banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

DPPKBP3A Kuningan Luncurkan Inovasi ‘One Day One Service’ untuk Pelayanan KB Cepat dan Mudah

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmen membangun ketahanan keluarga melalui berbagai program strategis. Pada tahun 2026, dinas ini meluncurkan inovasi pelayanan KB bertajuk “One Day One Service” yang dirancang untuk mempercepat dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Drs. H. Deniawan, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam program Jabar Hari Ini di Command Center Kuningan, Rabu (11/2/2026) sore. Program yang merupakan kerja sama TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kabupaten Kuningan ini telah berjalan selama tiga tahun.

banner 728x250

Dalam sesi dialog, Deniawan menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan langkah konkret untuk memangkas alur birokrasi pelayanan KB agar lebih efektif dan responsif.

“Inovasi tahun 2026 kami adalah ‘One Day One Service’, di mana setelah memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada calon akseptor, pemasangan alat kontrasepsi dilakukan dalam satu hari yang sama. Jadi tidak perlu menunggu waktu lama dan alur birokrasi menjadi lebih singkat,” ujar Deniawan.

Menurutnya, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB sekaligus menjaga angka kelahiran tetap terkendali sesuai target daerah.

Pelayanan Menjangkau 376 Desa/Kelurahan

Deniawan menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan pelayanan dapat dirasakan hingga tingkat desa. Kabupaten Kuningan memiliki 376 desa dan kelurahan yang harus terjangkau program.

“Kita memiliki 376 desa dan kelurahan. Untuk memastikan pelayanan sampai ke tingkat bawah, kami menyediakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan atau untuk setiap dua kecamatan,” jelasnya.

Di bawah naungan UPTD, terdapat tenaga lapangan seperti Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang bertugas langsung membina desa-desa. Setiap petugas rata-rata membina dua hingga tiga desa agar seluruh wilayah dapat terlayani secara merata.

“Saat ini kami memiliki 135 orang penyuluh yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semua penyuluh tersebut telah dibagi secara merata untuk menutupi seluruh wilayah,” ungkapnya.

Ia memastikan bahwa dengan sistem pembagian desa binaan tersebut, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan dapat tercover dengan baik.

Kolaborasi dengan Mitra dan Sekolah

Untuk menekan angka kelahiran remaja dan mendorong pendewasaan usia perkawinan, DPPKBP3A juga menggandeng berbagai mitra, termasuk program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.

“Kami bekerja sama dengan program Genre yang aktif mensosialisasikan pentingnya pendewasaan usia perkawinan,” kata Deniawan.

Sosialisasi tersebut menekankan ketentuan usia minimal perkawinan, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komitmen Membangun Ketahanan Keluarga

Melalui penguatan struktur hingga tingkat desa, optimalisasi tenaga lapangan, serta inovasi pelayanan cepat melalui “One Day One Service”, DPPKBP3A Kabupaten Kuningan menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan pendekatan yang lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi, program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat capaian program kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Kuningan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan