Bingkaiwarta, INDRAMAYU – Komunitas Reptil Indramayu menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan hewan hidup dalam sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Tindakan tersebut dinilai tidak hanya membahayakan satwa, tetapi juga mencederai upaya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Sorotan tersebut menyusul adanya aksi demonstrasi oleh kelompok Kompi yang melepaskan biawak di area publik, serta aksi kelompok ATJ yang melepaskan dan melemparkan ular ke lingkungan Pendopo. Peristiwa itu dinilai sebagai bentuk eksploitasi hewan untuk kepentingan tertentu.
Perwakilan Komunitas Reptil Indramayu, Sulthon Agung, menegaskan hewan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan tidak seharusnya dijadikan alat dalam kegiatan apa pun, termasuk aksi demonstrasi.
“Hewan tidak bersalah dan seharusnya berada di habitatnya. Sangat disayangkan jika dijadikan alat dalam aksi demonstrasi,” ujar Sulthon Agung.
Hal senada disampaikan Bambang Utomo. Ia menilai kebebasan menyampaikan pendapat memang merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab tanpa melibatkan satwa.
“Kami tidak melarang aksi penyampaian pendapat, itu hak semua pihak. Tetapi jangan sampai hewan dijadikan objek atau alat. Itu tidak bijak dan berpotensi merusak ekosistem,” kata Bambang Utomo.
Komunitas Reptil Indramayu pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap perlindungan satwa dan tidak melibatkan hewan dalam kegiatan yang dapat membahayakan maupun mengeksploitasi mereka.
Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan habitat satwa liar. (ARL)













