banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tegaskan Nilai Kepemimpinan, Menteri Nusron: Pelayanan Lambat Termasuk Bentuk Menyulitkan Rakyat

 

Bingkaiwarta, PANDEGLANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Pengajian Umum Yayasan Anwarul Hidayah yang digelar di Pandeglang, Banten, kemarin. Dalam pidatonya di hadapan ratusan jamaah, Menteri Nusron menegaskan bahwa jabatan atau kedudukan seorang pemimpin sejatinya adalah amanah besar yang harus dijalankan sebaik-baiknya, demi kesejahteraan dan kemudahan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

banner 728x250

Ia mengutip pesan dan doa Rasulullah SAW yang sangat tegas membedakan nasib pemimpin yang berbuat baik dengan yang sebaliknya. Menurutnya, pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan benar, mampu mengangkat harkat dan martabat rakyatnya, serta senantiasa berusaha mempermudah segala urusan masyarakat, akan mendapatkan balasan istimewa dari Allah SWT.

“Rasulullah SAW berdoa: barang siapa yang memimpin suatu urusan umat, lalu ia mengangkat harkat dan martabat rakyatnya serta mempermudah urusan mereka, maka berdoalah, ‘Ya Allah, angkatlah derajat orang tersebut dan permudahlah hidupnya’,” ujar Menteri Nusron mengutip sabda Nabi.

Sebaliknya, lanjut Menteri Nusron, doa yang sama juga diucapkan Rasulullah bagi pemimpin yang justru menyulitkan urusan rakyat. Pemimpin yang berbuat sebaliknya, akan menghadapi kesulitan berlipat ganda dalam hidupnya. Ia pun memberikan contoh nyata bentuk tindakan yang masuk dalam kategori menyulitkan masyarakat, yang kerap terjadi dalam pelayanan publik saat ini.

“Sebaliknya, jika ada pemimpin yang ketika memimpin justru menyulitkan urusan rakyatnya, maka Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah, persulitlah hidup orang tersebut’. Apa saja bentuk menyulitkan itu? Antara lain memperlambat pelayanan administrasi, mempersulit pengurusan surat-surat, pengurusan sertipikat tanah, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat. Semua itu adalah bentuk nyata menyulitkan rakyat,” tegasnya.

Di hadapan seluruh jamaah dan tokoh masyarakat yang hadir, Menteri Nusron yang juga berlatar belakang sebagai alumni pesantren, memohon dukungan dan doa agar dirinya senantiasa diberi kemudahan dan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai pejabat negara. Ia bertekad membawa nilai-nilai keilmuan dan akhlak santri ke dalam setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan kementeriannya.

“Saya mohon doa dari Bapak Ibu sekalian. Semoga saya yang merupakan bagian dari keluarga besar santri ini, ketika diberi amanah memimpin, benar-benar bisa mewujudkan pelayanan yang mempermudah urusan rakyat, mengangkat harkat mereka, sehingga kelak Allah pun mempermudah hidup kita semua dan mengangkat derajat kita,” pungkasnya.

Selain memberikan pesan keagamaan dan kebangsaan, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penyerahan secara simbolis sejumlah sertipikat tanah wakaf. Di antaranya diserahkan untuk Masjid Al-Ittihad dan Musala Anwarul Hidayah yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang. Penyerahan sertipikat dilakukan langsung oleh Menteri Nusron, didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said; serta Ketua Umum Yayasan Anwarul Hidayah Nahdlatul Ulama, Endin AJ. Soefihara, beserta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Penyerahan ini menjadi bukti nyata peran negara dalam melindungi aset wakaf, sekaligus menjamin kepastian hukum aset keagamaan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat. (Abel/hms)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan