Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali membuka lebar peluang kerja bagi warga melalui kegiatan Kuningan Job Fair 2026 yang digelar di Gedung Olahraga Ewangga, Rabu (15/7/2026). Sebanyak 40 perusahaan dari Kuningan, Brebes, Cirebon, Majalengka hingga wilayah Jabodetabek turut berpartisipasi, menyediakan total sekitar 5.000 lowongan kerja.

Acara dibuka resmi oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, unsur Forkopimda, pimpinan perusahaan, kepala sekolah, serta dihadiri ribuan pencari kerja dari berbagai penjuru.
Bupati Dian menegaskan kegiatan ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah menjawab harapan masyarakat.
“Hari ini pemerintah hadir di tengah anda semua. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar pencari kerja bisa bertemu langsung dengan dunia usaha,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan kabar gembira terkait kondisi ketenagakerjaan daerah yang terus membaik.
“Alhamdulillah kita berada di jalur benar. Angka pengangguran yang sempat menjadi perhatian kini terus menurun. Ke depannya, saya targetkan Job Fair ini bisa digelar lebih dari satu kali setahun,” tambahnya.
Terobosan besar juga datang dari sektor investasi. Bupati mengungkapkan, setelah penetapan RTRW, perusahaan asal Korea Selatan berencana membangun pabrik di Kuningan dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 triliun, yang diproyeksikan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja baru.
Bupati juga mengajak generasi muda untuk memperluas wawasan karier: tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani menciptakan lapangan kerja sendiri melalui kewirausahaan. Ia juga berpesan agar tidak terlalu selektif di awal karier dan berjanji agar perusahaan memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dr. H. Toto Toharudin, menjelaskan bahwa Job Fair tahun ini bukan sekadar bursa lowongan kerja. Tersedia pula layanan konsultasi karier, informasi penempatan kerja ke luar negeri, serta program pemagangan.
Secara khusus, Disnakertrans menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi untuk 1.200 peserta melalui 70 paket pelatihan dukungan Kemnaker. Peserta berhak mendapatkan sertifikat, uang makan, seragam, hingga bantuan permodalan setelah lulus. Selain itu, tersedia pula beasiswa bagi 50 peserta yang akan dipersiapkan bekerja secara legal di Jepang.
Melalui berbagai langkah ini, pemerintah daerah berharap penyerapan tenaga kerja semakin optimal dan kesejahteraan masyarakat Kuningan terus meningkat. (Abel)













