banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Insan Pers Kecewa Dibatasi Saat Meliput Remisi, Prokopim Kuningan Sampaikan Permohonan Maaf

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kuningan sempat diwarnai kekecewaan sejumlah awak media saat prosesi penyerahan Remisi Umum berlangsung di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin (17/8/2026).

banner 728x250

Kejadian bermula ketika agenda pemberian remisi kepada perwakilan warga binaan Lapas Kuningan berlangsung. Bupati Kuningan bersama jajaran Forkopimda menyerahkan remisi dalam prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Sejumlah wartawan yang hadir berupaya mendekat untuk mengabadikan momen tersebut, namun ternyata posisi area liput yang telah disediakan panitia dinilai terlalu jauh sehingga menyulitkan pengambilan gambar.

Ketika para wartawan berusaha mendekat, petugas dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Kuningan meminta mereka kembali ke area yang telah ditentukan. Bahkan, sejumlah wartawan diarahkan meninggalkan lokasi dan disarankan untuk mengambil hasil dokumentasi dari pihak Prokopim.

“Nanti minta saja ke Prokopim,” demikian yang disampaikan petugas kepada awak media.

Hal tersebut pun memicu kekecewaan di kalangan wartawan. Sebab, kehadiran mereka adalah bagian dari tugas jurnalistik untuk mengabadikan dan menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Kuningan, Nana Suhendara, menegaskan perlunya pengaturan yang lebih proporsional terkait ruang liput bagi awak media ke depannya.

Menurut Nana, pembatasan memang dapat dilakukan ketika prosesi sedang berlangsung dan bersifat sakral. Namun setelah bagian utama selesai, wartawan semestinya tetap diberikan ruang untuk mengambil gambar.

“Ke depan, panitia juga tolong berikan porsi yang seimbang. Kalau acaranya memang sakral seperti upacara tadi, ya kita hormati. Tapi setelah acaranya selesai, mudah-mudahan rekan-rekan media bisa diberikan ruang,” ujar Nana.

Ia juga menegaskan pentingnya batas yang jelas antara prosesi yang bersifat sakral dengan sesi dokumentasi.

“Kalau memang sakral, mohon maaf kepada rekan-rekan media, bukan berarti kita membatasi. Tapi kalau sudah masuk sesi pemotretan atau dokumentasi, itu kan sudah setengah sakral. Jadi berikan ruang dan kebebasan,” katanya.

Nana pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers yang telah turut membantu menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada semuanya, khususnya rekan-rekan media yang sudah hadir dan menunggu. Biasanya siang seperti ini rekan-rekan ada di rumah, tapi demi kemerdekaan hari ini bisa hadir bersama-sama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Nana juga turut menyampaikan harapan sekaligus ajakan berdoa bersama atas persoalan kebakaran tumpukan sampah di TPA Ciniru yang hingga kini masih menyisakan asap dan kekhawatiran warga.

“Kami juga mohon doa dari masyarakat. Kuningan kemarin sedang berkabung dengan persoalan sampah. Mudah-mudahan apinya segera reda dan asapnya juga hilang. Karena tanpa doa dan dukungan masyarakat, Kuningan bukanlah apa-apa,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Nana kembali menyampaikan penghormatan kepada seluruh insan pers yang hadir.

“Sekali lagi buat rekan media, merdeka!” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Prokopim Setda Kabupaten Kuningan, Sri Ucu Sukmawati, ketika dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kejadian tersebut.

“Secara pribadi maupun institusi, saya menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi. Namun satu hal yang pasti, tidak ada unsur kesengajaan dalam hal tersebut,” tegasnya.

Kejadian ini pun menjadi catatan penting bagi pelaksanaan kegiatan resmi pemerintah daerah ke depannya. Penempatan area liput memang diperlukan demi menjaga ketertiban, namun akses dan posisinya juga harus mempertimbangkan kebutuhan kerja jurnalistik. Koordinasi yang lebih erat antara panitia, Prokopim, Diskominfo, dan awak media diharapkan dapat memperkuat sinergi sehingga kegiatan tetap berjalan tertib tanpa mengurangi ruang bagi pers untuk menjalankan tugasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan