banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

BBM Naik Lagi, Bagaimana Menurut Islam?

banner 120x600


Oleh: Putri Efhira Farhatunnisa (Pegiat Literasi di Majalengka)

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang kerap kali naik dan jarang sekali turun. Mulai 1 September 2023 BBM kembali naik, hal ini tentu akan semakin memberatkan rakyat karena meskipun kenaikan kali ini terjadi pada BBM nonsubsidi, namun dampaknya akan tetap dirasakan secara luas.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Penyesuaian harga BBM dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Semua BBM nonsubsidi mengalami kenaikan mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, Dexlite, hingga Pertamax Green 95. (oks.katadata.co.id 1/9/2023)

Kapitalisme Penyebabnya

Kenaikan sebesar Rp.900-Rp.2550 rupiah per liter tersebut cukup memberatkan rakyat yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena BBM merupakan salah satu kebutuhan pokok, seharusnya disediakan dengan harga murah bahkan gratis. Namun hal tersebut hanya mimpi semata dalam sistem kapitalisme.

Mengapa? Karena dalam sistem kapitalisme, Sumber Daya Alam (SDA) diizinkan dikelola oleh siapapun yang memiliki modal, baik swasta lokal maupun asing. Sedangkan negara berperan sebagai regulator bagi kemudahan para investor mengelola SDA dengan mengeluarkan UU pesanan mereka.

Hilangnya Kuasa Negara

Pengelolaan SDA oleh swasta yang dibangun atas dasar bisnis pastilah berorientasi keuntungan semata, tidak memikirkan dampaknya untuk masyarakat. Terlebih prinsip kapitalisme ialah “menekan modal sekecil mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin”.

Maka jelas hal tersebut akan membebani masyarakat, baik pekerja maupun konsumennya (rakyat). Padahal SDA seharusnya dikelola dan didistribusikan oleh negara sebagai bentuk pelayannya terhadap masyarakat. Karena kebutuhan rakyat merupakan tanggungjawab negara.

Jika pengelolaan SDA diserahkan pada swasta seperti sekarang ini, maka negara tak bisa melakukan apapun untuk menyediakan kebutuhan murah hingga gratis untuk rakyat. Negara jadi tak punya kuasa atas kekayaan yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Islam Solusinya

Hal itu berbeda dengan Islam yang memiliki sistem tersendiri untuk mengelola kekayaan alam. Dalam Islam, BBM termasuk barang komoditas yang harus dimiliki dan dimanfaatkan bersama, tidak untuk dikuasai suatu kelompok apalagi individu sebagaimana hadist berikut.

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Islam menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyatnya, maka harga BBM pun akan disesuaikan dengan biaya pengelolaannya bahkan gratis. Kalaupun ada keuntungan, akan dikembalikan pada rakyat dalam bentuk apapun. Karena hal ini merupakan tanggungjawab pelayanan.

Jika tata kelola Islam diterapkan, maka seluruh masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang sama. Misalnya mengenai BBM ini, tak akan ada subsidi dan nonsubsidi. Karena hak seluruh masyarakat itu sama. Yang ada hanya BBM murah dan gratis.

Dalam pemenuhan kebutuhan, Islam tak pernah membedakan rakyatnya bahkan antara muslim dan nonmuslim diperlakukan sama. Islam pun berfokus pada pelayanan terhadap rakyat, bukan pada segelintir orang saja. Dengan begitu rakyat dapat hidup sejahtera.

Wallahua’lam bishawab.


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!