Bingkaiwarta, CIBINGBIN – Badan Intelijen Negara (BIN) RI turun dalam vaksinasi, ternyata telah memberikan dampak tumbuhnya motivasi masyarakat untuk kembali divaksin, terutama vaksin dosis 3 booster.
Hal ini terbukti dari setiap langkah BIN yang bekerjasama dengan Dinkes Kuningan dalam menyisir desa di Kabupaten Kuningan. Tampak antusias warga dari setiap desa yang dikunjungi menjadi kejutan. Diakui oleh para nakes, vaksinasi dosis 3 atau booster umumnya sudah tidak memiliki daya tarik setelah mereka di vaksin dosis I dan II. Mereka tampak cuek, karena pikirnya tidak pernah berpergian jauh.
“Antusias masyarakat untuk vaksinasi dosis 3 booster menurun, itu memang fakta. Tapi dengan adanya BIN turun ke masyarakat sekarang, Alhamdulillah antusiasme di lokasi vaksinasi BIN menjadi meningkat. Apalagi ada pemberian bonus minyak goreng atau migor gratis kemasan 1 liter,” ungkap Kabid P2L Dinkes Kuningan, dr. H. Deny Mustafa kepada bingkaiwarta.co.id, saat vaksinasi BIN di Balai Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin, Jumat (2/09/2022).

Menurut dr. Deny, BIN turun dalam vaksinasi telah memberikan dampak tumbuhnya motivasi masyarakat untuk kembali divaksin, terutama vaksin dosis 3 booster. Ia sangat gembira dengan bergabungnya kembali BIN dalam vaksinasi termin ketiga. Menurutnya, ini bisa meningkatkan capaian vaksinasi booster di Kabupaten Kuningan.
Ia menjelaskan, untuk capaian vaksin booster per akhir Juli 2022 sudah sampai 32% sesuai target kementrian kesehatan bahwa di akhir Juli 2022 harus mencapai sebanyak 30%. “Dari target kemenkes, Kuningan sudah lumayan mampu melebihi target. Apalagi dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, ada 7 daerah belum mencapai 30%. Untuk Kuningan, Insya Allah aman,” jelasnya.
Deny mengaku, sejak BIN turun dalam vaksinasi, banyak masyarakat yang mau di vaksin booster. Masyarakat kini mulai sadar akan pentingnya kesehatan.
“Sebagai Nakes, kami akan tetap berusaha agar masyarakat mendapatkan vaksinasi booster, walaupun sambil merangkak. Jarak jauh pun tidak akan menyurutkan langkah kami demi kesehatan masyarakat,” pungkas Deny. (Abel)













