Bingkaiwarta, KUNINGAN – Menjelang musim kemarau, tentu menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya pada lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan. Arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya agar setiap Kepala Daerah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) gencar untuk melakukan upaya pencegahan (preemtif) tepat sasaran.
Hal ini menjadi ditanggapi secara cepat oleh Bupati Majalengka, Karna Sobahi dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Majalengka Nomor, PB.01.00/KEP 609-8PB0/2022 tentang Status Saga Darurat Ancaman Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan Tahun 2022 tanggal 12 Juli 2022 mengingat adanya lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) lingkup SPTN Wilayah II Majalengka.

Teguh Setiawan, Kepala Balai TNGC didampingi Jaja Suharja mengumpulkan MPA lingkup SPTN Wilayah 11 Majalengka, di ODTWA Batu Asahan Desa Bantar Agung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/07/2022). Dalam pertemuan tersebut dilakukan pelatihan singkat calon anggota MPA yang diikuti perwakilan desa-desa Kabupaten Majalengka di sekitar kawasan TNGC sebanyak 36 orang dengan materi dasar pengenalan tugas pokok anggota MPA, pengenalan singkat peralatan dalkarhut manual dan mekanis, pengenalan metode pemadaman api, dan pelatihan penggunaan alat komunikasi.
Selanjutnya secara bergilir akan dilakukan ke seluruh desa yang mengusulkan pembentukan MPA secara mandiri dengan total tambahan personil sebanyak 314 orang yang berasal dari 11 desa yakni desa: Padaherang, Bantaragung, Payung, Teja, Indrakila, Cikaracak, Argalingga, Gunungwangi, Sunia, Gunung Manik dan Argamukti. Total jumlah personil MPA di Kabupaten Majalengka sebanyak 574 orang yang berasal dari 21 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TN Gunung Ciremai.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affadi berdialog dengan MPA lingkup SPTN Wilayah Majalengka dalam rangka upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Didampingi Wakapolres, Kasat Sabhara, Kasat Lantas, dan Kabag SDM Polres Majalengka, Edwin Affandi hadir memberikan semangat kepada para MPA.
Teguh Setiawan menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Polres Majalengka beserta jajarannya. Ia menyambut baik keinginan Kapolres Majalengka dan MPA Mandiri tersebut. “Saya sangat mendukung terhadap masyarakat yang secara sukarela menjadi Mitra TNGC dan ini murni dari keinginan pribadi masyarakat. Jarang sekali ada inisiatif yang datangnya secara Bottom-Up. kebanyakan Top-down, hal ini telah menunjukan bahwa masyarakat saat ini sudah berfikiran cerdas dan maju,” ungkap Teguh.
Dialog dua arah antara masyarakat dengan TNGC dan Polres Majalengka terkait rencana kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan berjalan baik. Dilanjut dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan pengenalan alat-alat dalkarhut sebagai pengetahuan dasar bagi para MPA Mandiri tersebut. “Luar biasa yaaaa” begitu tanggapan Edwin saat melihat punggawa-punggawa melakukan simulasi.
Hutan TNGC itu tanggung jawab semua pihak termasuk diantaranya Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, LSM, lembaga pendidikan dan masyarakat secara luas, terlebih masyarakat sekitar kawasan hutan TNGC.
“Jadi lakukan apa yang bisa dilakukan walaupun hanya setitik. Titik-titik tersebut akan terkumpul dan membentuk spot besar. Kita harus bersama jaga hutan kawasan TNGC dari kebakaran hutan dan lahan. Bersama pasti bisa,” tutupnya. (Abel)













