banner 728x250
banner 728x250




banner 728x250

Ibu Berperan Menangkal Arus Moderasi Beragama

  • Bagikan

Oleh : Euis Hasanah
(Pegiat Literasi)

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari).

Dalam Islam Ibu adalah sosok yang dimuliakan. Bahkan dalam sabda Rasulullah, ibu diabadikan sampai tiga penyebutan untuk mendapatkan perlakuan baik dari anak-anaknya.

Betapa mulianya peran ibu. Muhammad SAW pernah berkata, “Surga itu (berada) di telapak kaki ibu, dari jalur manapun masuk dan dari jalur manapun pula keluar”. Dari tangannya akan melahirkan sosok generasi mulia dan harapan suatu bangsa.

Akan tetapi peran Ibu di zaman sekarang untuk mendidik anak-anak semakin berat tantangannya, mulai merebaknya sek bebas, tontonan pornografi, tawuran, narkoba dan lain-lain. Ditambah arus Moderasi beragama terus digencarkan diberbagai aspek kehidupan. Moderasi beragama digadang-gadang sebagai obat mujarab mengatasi permasalah yang ada. Moderasi beragama turunan cara pandang ala moderat yang bukan dari Islam justru paradigma berpikir sesat dari Barat.

Sebagaimana yang disebutkan dalam gagasan yang disebutkan oleh RAND CorporatiOn, dalam dokumen Building Moderate Muslim Network. Menyebutkan bahwa Karakter Islam Moderat adalah mendukung demokrasi, pengakuan terhadap HAM, kesetaraan gender dan kebebasan beragam, menghormati sumber hukum yang tidak dari satu agama saja, menolak memberlakukan hukum Islam dan menentang terorisme.

Dalam pandangan seperti itu sehingga moderasi beragama, peran ibu menghantarkan dengan paham pluralisme, yakni memandang bahwa semua agama sama. Padahal sudah jelas agama yang diridhoi Allah hanya Islam

اِنَّ الدِّيۡنَ عِنۡدَ اللّٰهِ الۡاِسۡلَامُ وَمَا اخۡتَلَفَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ الۡعِلۡمُ بَغۡيًا ۢ بَيۡنَهُمۡ‌ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيۡعُ الۡحِسَابِ ‏﴿۱۹

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya(QS. Ali-Imran:19)

Ketika ibu memiliki pemahaman yang keliru tentang keyakinan, bagaimana mungkin bisa mendidik dan menghasilkan generasi unggul dengan keimanan yang kuat. Justru paradigma berpikir seperti itu menghantarkan anak kepada jurang kemusyrikan.

Dan begitupun dengan arus Moderasi Beragama membawa umat Islam, terkhusus ibu ketika mendidik anak diarahkan untuk untuk tidak taat syariah, dengan kehidupan bebas yang diusung Moderasi Beragama sehingga anak boleh memilih jalan kehidupan sekuler dan liberal. Padahal sudah jelas sekali proitas umat Islam ketika standar hidup adalah halal-haram.

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً  ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu(QS.Albaqarah:208).

Maka dari ibu memiliki peran penting untuk menangkal arus Moderasi Beragama. Adapun upaya menangkal supaya ibu tidak terwarnai arus Moderasi Beragama. Yakni yang pertama ibu harus senantiasa menambah pengetahuan dengan mengikuti pembinaan intensif Islam kaffah, sehingga ibu paham betul mana ide yang benar dan ide yang salah

Langkah kedua, ketika ibu sudah sadar dengan akan hakikat Islam kaffah, ada keinginan kuat untuk mendakwahkan Islam kaffah kepada masyarakat. Dan yang ketiga, ibu supaya kuat memahami Islam kaffah dan kuat memperjuangkan syariah, ibu senantiasa berada dalam satu barisan jamaah. Maka dengan upaya ini ibu sebagai ujung tombak pendidikan utama bagi generasi muda bisa menangkal arus Moderasi Beragama.

Maka dari itu peran ibu sangat penting untuk menangkal arus Moderasi Beragama.

Wallahu’alam bishshawab.


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!