Bingkaiwarta, KUNINGAN – Di pertengahan tahun 2022, DPPKBP3A meraih sekaligus 3 penghargaan bergengsi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut seperti hadiah spesial bagi Kabupaten Kuningan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional yang biasa diperingati pada tanggal 29 Juni.
Adapun penghargaan yang diraih, yaitu Kampung KB Terbaik 1 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang diwakili Kampung KB Hegarmanah, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang. Kedua, Keluarga Teladan Terbaik 3 tingkat Provinsi Jawa Barat dan ketiga, Peringkat 3 tingkat Nasional Pelayanan KB Sejuta Akseptor pada kategori Pelayanan KB Pasca Pelayanan dalam rangka Harganas ke-29 tahun 2022.
Peraihan prestasi tersebut menunjukkan keseriusan DPPKBP3A dalam melaksanakan tugas pokoknya dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kuningan. Pengendalian penduduk bukan hal yang mudah, karena sasaran kegiatannya adalah level terkecil di masyarakat, yaitu keluarga. Tidak hanya mengendalikan secara kuantitas, tetapi DPPKBP3A juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga di Kabupaten Kuningan.

Bukan pekerjaan yang mudah mendekati masyarakat dalam hal ini keluarga. Petugas lapangan DPPKBP3A harus berhati-hati dalam melakukan pendekatan persuasif kepada mereka. Data yang akurat juga dibutuhkan saat melakukan pendekatan ini. Petugas lapangan harus tahu betul data keluarga yang ada, mulai dari kondisi ibu hamil, balita, anak remaja, kondisi rumah, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Setiap bulan data keluarga ini juga harus di-update dan dilaporkan melalui aplikasi New Siga.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan Trisman Supriatna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan, Wabup, Sekda, Ketua TP PKK, DWP PERSATUAN, IBI, IDI, para Mitra Kerja, perangkat daerah terkait Program Bangga Kencana, yang sudah bahu membahu sehingga Kuningan dianugrahi berbagai Penghargaan baik tingkat Pusat maupun Propinsi.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh mitra kerja dan petugas lini lapangan Program Bangga Kencana yang tidak lelah bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bayangkan saja, untuk mendapatkan 1 akseptor saja, petugas lini lapangan ini harus berjalan door to door mempersuasi calon akseptor agar secara sukarela menjadi akseptor KB,” ucap Trisman kepada bingkaiwarta.co.id, Minggu (10/07/2022).
Belum lagi, kata Trisman, pendampingan untuk pencegahan stunting, peningkatan kualitas keluarga, dan sebagainya. Berat. Tapi semua dijalani dengan semangat dilandasi juga dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Dinas. “Alhamdulillah, perjuangan berat itu menghasilkan buah yang manis, prestasi. Mudah-mudahan dengan diraihnya prestasi ini akan semakin memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.
Trisman menjelaskan, di balik prestasi yang diraih oleh DPPKBP3A, terkandung makna bahwa koordinasi, kolaborasi dan komunikasi yang baik antar lini, antar sektor dan antar pegawai menjadi modal utama keberhasilan ini. Sebagai contoh, dalam pelayanan KB Sejuta Akseptor, Kabupaten Kuningan mampu melampaui target yang diberikan oleh BKKBN Provinsi. Penghitungan pelayanan dibatasi hanya 3 hari. Tetapi updating data pencapaian serta updating pelaksanaan kegiatan berjalan secara intens.
“Tanpa koordinasi dan komunikasi yang baik, hal itu tidak mungkin terwujud. Petugas lapangan melaporkan kepada Dinas, Dinas merekap laporan secara simultan. Selain itu kolaborasi dengan pemerintah desa dan juga pihak kecamatan selalu dilakukan. Pada akhirnya, pencapaian prestasi bukanlah tujuan utama, tetapi muara utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan visi Kuningan Maju,” pungkasnya. (Abel)













