Bingkaiwarta, KUNINGAN – Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya keteladanan guru, baik dari aspek profesional maupun akhlak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan meluncurkan program unggulan bertajuk Rumah Guru atau Ruang Peningkatan Mutu dan Akhlak Guru.
Program ini digagas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus integritas pendidik di semua jenjang pendidikan.
“Rumah Guru hadir sebagai ruang pengembangan yang tidak hanya menitikberatkan pada kompetensi, tapi juga penguatan nilai-nilai etika dan moral dalam profesi guru,” jelas Kusmana.
Sasaran program ini mencakup guru, kepala sekolah, penilik, pengawas, pamong belajar, hingga tenaga pendidik di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SKB.
Pelaksanaan program berlangsung secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring. Sejak pertama kali diluncurkan pada awal tahun 2025, Rumah Guru telah menggelar tiga sesi pelatihan yang diikuti secara antusias oleh ribuan guru.
Kabid GTK H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd., S.Pd. selaku penanggung jawab program, terus mengawal agar pelaksanaan Rumah Guru tetap berjalan konsisten sesuai visi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Tiga Sesi dengan Narasumber Nasional
Sesi pertama berlangsung pada Jumat, 21 Maret 2025, dengan menghadirkan Prof. Dr. Achmad Kholiq, M.Ag., Guru Besar Fakultas Hukum Islam UIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia membawakan materi bertajuk Integrity-Based Teaching: Mengajar dengan Kejujuran dan Keteladanan.
Sesi kedua digelar pada Jumat, 11 April 2025, bersama Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., CPSS, GMAC., yang merupakan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan. Ia mengupas topik Growth Mindset for Educators.
Adapun sesi ketiga dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, dengan materi Hipnoterapi dan Mental Health oleh Dr. (Cand) Oman Suryaman, M.Pd., C.Ht., C.MH., dosen dari Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Dalam setiap pelaksanaan, antusiasme peserta sangat tinggi. Berdasarkan data absensi digital (Google Form), tercatat sekitar 5.000 guru mengikuti sesi-sesi tersebut, baik secara langsung maupun daring. Capaian ini juga didukung oleh sinergi antara pihak sekolah, pengawas, dan pejabat Dinas Pendidikan.
Dampak Positif Bagi Guru dan Pendidikan
Program ini telah memberi dampak positif terhadap pribadi dan profesionalitas guru. Banyak peserta yang mengaku merasakan perubahan signifikan setelah mengikuti Rumah Guru, di antaranya meningkatnya kesadaran etika, terjaganya kesehatan mental, serta tumbuhnya budaya positif dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Rumah Guru juga telah memicu terbentuknya komunitas pembelajar di kalangan guru. Mereka saling mendukung dan berbagi praktik baik, membentuk kultur kolaboratif yang memperkuat profesionalisme pendidikan di daerah.
Kini, Rumah Guru tidak sekadar menjadi program, tapi telah menjelma menjadi gerakan moral membangun pendidikan bermartabat di Kabupaten Kuningan. Hal ini selaras dengan visi “Kuningan Melesat” yang diusung Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn.
Melalui Rumah Guru, diharapkan akan tumbuh pendidik dan pemimpin sekolah yang sehat, cerdas secara emosional dan sosial, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. (Abel)













