banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250


banner 728x250

Rembuk Stunting, Percepat Penurunan Angka Secara Terintegrasi

  • Bagikan

Bingkaiwarta, CIGANDAMEKAR – Untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menggelar Rembuk Stunting, di Jl. Panawuan-Sangkanurip No.121, Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Kamis (30/06/2022).

Kegiatan Rembuk Stunting ini diikuti oleh 141 peserta, yang terdiri dari 14 SKPD terkait, rumah sakit pemerintah dan swasta, bank swasta, perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, BAZNAS, asosiasi, Camat dari 19 kecamatan lokus intervensi stunting, 48 desa/kelurahan wilayah lokus stunting, dan 20 Puskesmas wilayah lokus stunting.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Wakil Bupati Kuningan H. M. Ridho Suganda mengemukakan, stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, dapat beresiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak dimasa depan.

Dikatakan Wabup, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Upaya itu akan lebih efektif apabila dilakukan secara konvergen.

“Konvergensi penyampaian layanan, membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan kegiatan secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas, dan intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat miskin,” ungkap Wabup.

Menurut Wabup, kegiatan Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penururnan stunting secara bersama-sama, antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga/non lembaga pemerintah dan masyarakat.

“Oleh karena itu saya memandang, Rembuk Stunting ini merupakan langkah penting dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Kuningan. Karena didalamnya melibatkan sektor/lembaga pemerintah, sektor swasta, pendidikan, BAZNAS, organisasi, dan asosiasi untuk menyususn rencana kegiatan dalam rangka upaya konvergensi intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kuningan,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil input data dari berbagai SKPD pada aplikasi Bangda Kemendagri dan Pertemuan Analisis Situasi Program Stunting Tanggal 14 Juni 2022, direncanakan desa yang akan dijadikan lokasi fokus (lokus) intervensi pada tahun ini sebanyak 48 desa, yang diakumulasi dari tahun 2019.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Intervensi Percepatan Penurunan Stunting antar pihak pertama selaku pemberi pelayanan (sektor/lembaga pemerintah, sektor swasta, pendidikan, BAZNAS, organiasi profesi, dan asosiasi) dengan pihak kedua selaku penerima layanan, yaitu desa/kelurhan lokasi Fokus.

Turut hadir Anggota DPRD Kab. Kuningan Fraksi PDI-P Tresnadi, Kepala Bappeda Kab. Kuningan Ir. Usep Sumirat, Ketua TP PKK Kab. Kuningan, dan undangan lainnya. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!