banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Tagih Utang, Puluhan Kontraktor Datangi Wali Kota Cirebon

banner 120x600

Bingkaiwarta, CIREBON – Puluhan kontraktor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kontraktor Gagal Dibayar (FKKGD) mendatangi gedung Griya Sawala DPRD, sebelum acara rapat paripurna DPRD Kota Cirebon dalam rangka persetujuan/pengambilan keputusan terhadap rancangan tiga raperda Kota Cirebon, Senin (20/2/2023).

FKGD mendesak untuk audiensi dengan Wali Kota dan Pimpinan DPRD Kota Cirebon terkait kepastian pembayaran proyek yang telah mereka kerjakan di tahun 2022.

banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Mereka sempat mencegat dengan Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis dan Sekda Kota Cirebon, H. Agus Mulyadi di depan Gedung DPRD saat akan menghadiri sidang paripurna DPRD.

Salah seorang perwakilan kontraktor, Herawan Effendi di depan Wali Kota mengatakan, pihaknya ingin melakukan audiensi dengan eksekutif dan Legislatif terkait.

Sementara informasi yang berkembang di masyarakat, yang menyatakan pihaknya menyudutkan Dewan dan TAPD. Bahwa hal tersebut tidak benar.

“Mumpung ada paripurna, kami hadir dan bapak hadir, kami minta ijin informasi yang berkembang ini bisa diluruskan,” katanya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis menegaskan, persoalan pembahasan anggaran itu adalah persoalan TAPD dengan Banggar. Di dalamnya banyak dinamika-dinamika yang tidak harus menjadi konsumsi publik, apalagi menjadi tontonan masyarakat.

“Kami tahu apa yang diharapkan, dan diinginkan oleh temen-temen para pengusaha. Saya bersama pak Sekda sudah mengambil solusi, dan bulan Maret ini akan terselesaikan,” tegas Azis.

“Jika tidak terselesaikan, sudah datangi lagi saya, demo saya. Saya tidak mau bertemu Banggar. Saya tidak mau seperti itu, karena ini kewibawaan dua instansi penyelenggara pemerintahan,” imbuhnya.

Azis menambahkan, dinamika yang terjadi pada pembahasan anggaran merupakan suatu hal yang wajar. Karena semuanya merupakan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan yang lain.

“Kami mohon hormati, dua instansi ini menyelesaikan persoalan pemerintah daerah yang menyangkut hajat dari para pengusaha, saya jamin terselesaikan di bulan Maret,” tutupnya. (Irgun)


banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!