banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

“Gandeng” Bank Indonesia, Diskopdagperin Kuningan Sosialisasikan Pembayaran Non Tunai

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon melakukan Sosialisasi Program Pasar SIAP (Sehat, Inovatif, Aman, Pakai) QRIS kepada para pedagang di Pasar Baru dan Pasar Kepuh Kuningan, Rabu (8/3/2023).

Pelaksanaan sosialisasi elektronifikasi kepada pasar rakyat mengenai pembayaran non tunai yang menggunakan QRIS ini, bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan uang palsu dan peningkatan cara pembayaran marketing online di pasar rakyat.

banner 728x250

“Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan bersama dengan Bank Indonesia terus mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke nontunai yang di dukung oleh Bank Jabar Banten (Bjb) Cabang Kuningan melalui strategi elektronifikasi yang disinergikan dengan program-program pemerintah,” kata Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, U Kusmana kepada bingkaiwarta.co.id.

Manager Unit IKSPPSPPUR BI Cirebon, Wayan Sri Widhiastuti menuturkan, Bank Indonesia terus mendorong pelaksanaan gerakan nasional non tunai kepada kalangan luas tak terkecuali pemerintah.

“Elektronifikasi atau transaksi non tunai memudahkan rekonsiliasi rekonsiliasi data pemerintah sekaligus menjadi sarana penghubung perluasan akses keuangan masyarakat kepada perbankan,” tutur Wayan Sri.

Kegiatan elektronifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

“Manfaat pembayaran non tunai bagi masyarakat ini dapat mengurangi perilaku konsumtif, dan membangun kebiasaan menabung,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, pihak BI memberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan uang elektronik dan transaksi secara nontunai, serta memberikan pemahaman dan memperagakan tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah. 

“Mengenali rupiah semakin penting untuk memerangi kejahatan peredaran uang palsu, yang konsekuensinya tentunya menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” pungkasnya. (Abel)  


banner 336x280

Tinggalkan Balasan