Bingkaiwarta, KUNINGAN – Otak pelaku pembunuhan Iwan Miswandi (43) warga Dusun Puhun RT 008 RW 002 Desa Bakom Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan, ternyata adalah istrinya sendiri, yang berinisial Y. Dalam menjalankan aksinya, Y dibantu oleh 3 orang yang mempunyai peran masing masing.
Menurut Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian, ketiga orang itu adalah DS dan DJ yang merupakan keluarga dari istri korban. Mereka berperan sebagai seseorang yang menyepakati dan menyanggupi rencana untuk menghilangkan nyawa IM atas permintaan dari tersangka Y. Mereka berdua yang mengawasi disekitar tempat kejadian. Dan tersangka AN merupakan eksekutor atas pembunuhan tersebut.

“Adapun motif pembunuhan ini yaitu istri korban merasa kesal karena korban sudah sekian lama tidak bekerja sehingga tidak bisa menafkahi keluarga. Dan juga istri korban merasa sakit hati karena korban sering melakukan kekerasan terhadap dirinya,” ungkapnya.
Atas perbuatannya keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. “Dan, barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, atau turut serta melakukan perbuatan yang dapat di hukum, sebagaimana dimaksud rumusan Pasal 340 KUHP atau Pasal 55 ayat 2 KUHP, maka ancaman mereka hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara sementara selama 20 tahun,” kata Kapolres.
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP I Putu Prabawa menjelaskan, pada saat menghabisi, AN sempat minta ijin ke Y untuk menghabisi suaminya. Y pun memberikan ijin.
“Korban dianiaya saat sedang tidur. Dan tanpa ampun pelaku menganiayanya dengan menggunakan batu hingga meninggal dunia,” jelasnya.
Pasca membunuh IM, tersangka AN langsung kabur ke Karawang sedangkan Y membuat alibi. Namun, alibinya kurang kuat karena ketika para saksi diinterogasi jawabannya berbeda-beda, sehingga polisi pun menetapkan istri pelaku berikut dua tetangganya yang masih ada hubungan keluarga itu.
“Kami buru ke Karawang dengan menerjunkan 8 anggota. Pelaku kabur ke Karawang karena ada saudaranya. Sempat lari ke sawah namun akhirnya kita bisa amankan,” terang Kasat.
Kasat menambahkan, pelaku dengan korban ini merupakan teman dekat bahkan sudah berteman sejak duduk dibangku SD. Pembunuhan ini dipicu motif asmara dan KDRT. (Abel)













