Bingkaiwarta, SELAJAMBE – Warga Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan non fisik TMMD Imbangan ke-120 Kodim 0615/Kuningan berupa Penyuluhan Pembinaan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Rabu (29/5/2024).
Persoalan pengelolaan sampah hingga sampai saat ini memang masih menjadi perhatian berbagai pihak. Baik secara pengolahan dan pemanfaatannya di kalangan masyarakat masih belum tertangani secara optimal. Hal itu salah satunya disebabkan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Sehingga masih memberikan dampak buruk dalam hal lingkungan, sosial, dan kesehatan. Jumlah produksi sampah saat ini bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan, sebab tidak disertai adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
Dalam penyuluhan tersebut, Kepala Bidang Teknis Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Beni Setiawan menjelaskan tentang Pemilahan Bank Sampah Induk (BSI).
Bank Sampah Induk (BSI) ini adalah bank sampah yang dibentuk di setiap kota dan kabupaten administrasi yang berfungsi untuk menampung sampah yang sudah terpilah dari BSU dan menyalurkannya ke industri daur ulang dan/atau pemanfaatan lain.
“Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat berkawan dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah,” jelasnya.
Jadi, sosialisasi ini kata Beni, untuk mengajak masyarakat agar mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah.
Danramil 1504/Subang Kapten Kav Sutardi menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada warga tentang tata cara pengelolaan dan pengembangan sampah, baik sampah organik maupun non organik.
Dengan adanya sosialisasi pemilahan sampah ini, Danramil berharap masyarakat mulai mencoba dapat belajar menerapkan hidup bersih sejak dini, karena perubahan yang sulit adalah mengubah paradigma seseorang.
“Tidak ada salahnya kita saling bertukar pikiran dan pengalaman agar daerah kita tidak tercemari dengan banyaknya sampah. Semoga dihari ini kita bisa memulai pola hidup bersih dan sehat, untuk kesehatan kita semua,” ungkap Danramil.
Kepala Desa Kutawaringin, Udin mengatakan, pembinaan melalui sosialisasi pengolahan sampah berbasis masyarakat ini sangat penting dalam rangka menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan sehat.
“Harapan saya agar warga Desa Kutawaringin dapat menerima materi pelatihan ini, sehingga dapat memanfaatkan sampah sebagai nilai ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan juga kebersihan di desa,” ujarnya. (Abel)













