banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Pengusaha Angkutan Umum Ikuti Bimtek Keselamatan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebagai audit inspeksi keselamatan perusahaan angkutan umum di Kabupaten Kuningan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kuningan menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Keselamatan Angkutan Umum, di Aula Kantor Dishub Kuningan, Kamis (13/6/2024).

Bimtek diikuti para pengusaha angkutan umum. Turut hadir Kepala Dishub Beni Prihayatno, Kabid Angkutan dan Keselamatan Alfin Fadilah, Ketua Organda Kuningan H Yayan Irman Suyana dan Sekretarisnya Dadi Suryadi.

banner 728x250

Kabid Angkutan dan Keselamatan, Alfin Fadilah menegaskan pentingnya bimtek ini sebagai audit inspeksi keselamatan angkutan umum, yang harus disadari, diantisipasi oleh para pengusahanya. Apalagi dikaitkan dengan berbagai kejadian viral, seperti insiden maut bus wisata sekolah.

“Pengusaha angkutan harus memahami itu Maka, kita lakukan bimtek ini,” kata Alfin Fadilah, disela acara.

Sejauh ini, dishub sendiri sesuai Surat Edaran (SE) Disdikbud Kuningan untuk study tour sekolah, sudah memberikan rekomendasi kelayakan untuk 35 sekolah. Uji kelayakan bus, sangat ketat. Sebab 1 item pengujian saja tidak sesuai, dishub tegas tidak akan menerbitkan rekomendasi.

Diakui, hasil pengujian bus study tour sekolah, banyak bus yang Ia tolak untuk beroperasi. Terutama bus-bus keluaran terbaru. Bukan berarti tidak memenuhi syarat secara teknis, tapi sisi administratifnya belum terpenuhi.

“Yang kita tolak, kurang lebih 15 unit bus. Bahkan, 4 bus untuk keberangkatan jemaah haji, terpaksa kita balik kanankan karena tidak memenuhi standar keselamatan. Kita minta ganti, tapi langsung dipenuhi pihak perusahaan, kita cek lagi, lolos, baru bisa berangkat,” jelasnya.

Ketua Organda Kuningan, H Yayan Irman Suyana, mengapresiasi bimtek ini untuk peningkatan keselamatan angkutan umum. Menurutnya, pengusaha harus betul-betul menunjukan ke masyarakat, bahwa angkutan umumnya serius menjaga keselamatan. Tapi Ia juga ingin masyarakat bisa memilah, mana transfortasi resmi, mana transfortasi tidak resmi. Ilegal dan legal.

“Yang masuk organda ini, betul-betul perusahaan angkutan legal,” tegas H Yayan, didampingi Sekretarisnya, Dadi Suryadi. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan