Bingkaiwarta, CIBINGBIN – Salah satu fokus utama dalam kegiatan KKL Pasis Dikreg Seskoad LXIV Tahun 2024 adalah penelitian pemberdayaan satuan komando kewilayahan (Satkowil) TNI AD dalam mensukseskan program ketahanan pangan di wilayah NKRI, guna mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ketahanan pangan ini menjadi konsen pemerintah karena sekarang kita menghadapi potensi pangan, laju penduduk tinggi. Gerakan Pangan ini harus terus tumbuh dari berbagai hasil kolaborasi seluruh stakeholder agar mampu dikembangkan pada skala nasional.
Program Gerakan Nasional Ketahanan Pangan dalam bentuk Panen Raya Padi, merupakan gerakan yang terstruktur dan terukur untuk mensukseskan Ketahanan Pangan Nasional.


Seperti panen raya yang dilaksanakan di Desa Sindang Jawa RT 02 RW 05 Dusun I Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan, Kamis (4/7/2024). Para perwira siswa KKL Dikreg LXIV Seskoad turut berbaur dengan masyarakat setempat.
Camat Cibingbin Dra Hj Imas Minarsih menjelaskan, bahwa untuk wilayah Kecamatan Cibingbin selama ini pelaksanaan panen dalam 1 tahun dua kali. Ia berharap kedepannya di wilayah Cibingbin bisa melaksanakan panen dalam satu tahun bisa 3 kali dengan adanya bantuan dari TNI berupa pompa air (pompanisasi) untuk kelompok tani yang ada di wilayah Cibingbin.
“Terima kasih atas kerja sama TNI dengan Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian yang sudah membantu para petani,” ucap Imas.
Senada dengan Camat, Sekdis Ketahan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, H.Uci Sanusi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak TNI dan kerja samanya dari dulu dan beberapa bulan kebelakang sudah memberikan bantuan pompanisasi bagi kelompok tani .
“Dengan adanya bantuan pompanisasi dari pihak TNI kami bisa mengembangkan panen raya dalam 1 tahun bisa 3 kali melaksanakan panen padi,” ujar Sekdis.
Dia menegaskan, jangan sampai terjadi rawan pangan. Kita harus mengembangkan budaya lokal dan memakan makanan lokal yang aman yang bisa di konsumsi oleh masyarakat kita dan harus mandiri pangan.
“Jangan sampai kita krisis pangan di tempat kita sendiri,” tegasnya.
Salah satu Perwira Siswa Seskoad, Mayor Inf Dendi mengatakan, panen raya ini merupakan bukti keseriusan seluruh stakeholder demi menjaga stabilitas pertanian, khususnya padi dengan segala resiko yang ada termasuk fluktuasi cuaca di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Dengan adanya KKL ini dari tanggal 1 sampai tanggal 4 di wilayah Kabupten Kuningan, kami sudah berkordinasi dengan instansi instansi terkait, hanya beberapa tempat sebagian di ambil semple dan hasilnya akan kami laporkan ke komando atas,” ucapnya.
Dari rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan aplikatif di lapangan yang melengkapi teori yang telah dipelajari para Pasis. (Abel)
.













