Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, pemerintah pusat maupun daerah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan bantuan-bantuan, baik berupa prasarana maupun sarana pertanian. Hal tersebut ditujukan untuk menambah luas tanam dan perluasan areal tanam di setiap daerah kabupaten/kota.
Seperti halnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa Paddy Mower kepada 44 Kelompok Tani 26 Kecamatan di Kabupaten Kuningan, Selasa (16/7/2024).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah menjelaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan pertanian lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alat ini dirancang untuk mempermudah proses pemotongan padi, mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam panen, serta memperbaiki kualitas hasil panen dan produktivitas padi meningkat,” jelas Wahyu saat di konfirmasi bingkaiwarta.co.id, Rabu (17/7/2024).
Dengan alat ini, lanjut Wahyu, tidak hanya menurunkan biaya produksi petani tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam kegiatan pertanian padi serta peningkatan produktivitas pertanian.

Wahyu mengatakan, alsintan Paddy Mower dibandingkan dengan alat sabit biasa (manual), mesin Mower ini mampu melakukan panen padi dengan kecepatan rata-rata panen padi 0,5 km/jam. Dengan lebar kerja 100 cm (4 alur x 25 cm) arah tegak lurus baris alur tanaman padi. Didapatkan kapasitas kerja 18-20 jam/orang/ha.
“Sedangkan hal yang sama bila dilakukan dengan alat sabit biasa adalah 150 jam/orang/ha. Mesin selain bekerja efisien (mempercepat waktu panen), juga mampu mengurangi kejernihan kerja serta cocok untuk daerah yang mengalami kekurangan tenaga kerja panen,” ujarnya.
Wahyu berharap melalui penggunaan teknologi modern ini dapat menjadi sebuah dorongan dan motivasi kepada petani untuk lebih meningkatkan etos kerja dan sumber daya manusianya.
“Adapun jumlah Paddy Mower yang akan di distribusikan sejumlah 44 unit dari APBD Kabupaten Tahun 2024 untuk 44 kelompok tani. Berdasarkan luasan lahan yang kita miliki seluas 27.323 ha membutuhkan 60.000 unit alat panen padi dengan kebutuhan per hektar 3 unit. Mudah-mudahan kedepan secara bertahap dapat kita tingkatkan lagi termasuk alat mesin lainnya yang menjadi kebutuhan petani di lapangan,” ungkap Wahyu.
Dan tentunya, kata Wahyu, dari Pemerintah Daerah tetap mendukung dan menjadi skala prioritas dalam pembangunan ketahanan pangan daerah. “Saya berpesan agar kelompok tani penerima manfaat dapat menggunakan dan merawat alsintan tersebut dengan baik. Alsintan ini tidak hanya milik satu kelompok tani tertentu saja, tetapi milik semua kelompok tani yang ada di setiap wilayah Kabupaten Kuningan. Jadi dapat dipinjam pakaikan bersama,” pungkasnya. (Abel)













