Bingkaiwarta, CIREBON – Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, mewakili Bupati Kuningan menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pilot Project Program PINTAR (Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat) yang digelar di Aula P. Cakrabuana Kantor OJK Cirebon, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi program yang menjadikan Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, sebagai lokasi percontohan.
Dalam sambutannya, Wabup Tuti menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kemenko Perekonomian, OJK, Rice Indonesia, serta seluruh mitra yang telah mendukung pengembangan inklusi keuangan di Kabupaten Kuningan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan program yang telah diluncurkan sejak Agustus 2025 ini berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
“Program ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat melalui penguatan akses layanan keuangan formal, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Kami ingin Desa Paninggaran menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor,” ujar Wabup Tuti.
Wabup Tuti memaparkan sejumlah potensi besar yang dimiliki Desa Paninggaran dan kawasan sekitarnya, mulai dari sektor perikanan, peternakan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan wisata berbasis kawasan Waduk Darma. Menurutnya, wilayah ini memiliki peluang emas untuk tumbuh pesat jika didukung akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, dan infrastruktur yang memadai.
“Kami berharap Desa Paninggaran dapat tumbuh menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat, sekaligus menjadi pusat pengembangan ekonomi produktif. Selain itu, kami juga mendorong pengembangan sekolah berbasis teknologi pertanian dan peningkatan kapasitas pemuda agar mampu bersaing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama Gustardzidi, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Paninggaran sebagai lokasi percontohan didasari pada potensi ekonomi lokal yang besar namun masih membutuhkan penguatan ekosistem usaha dan akses keuangan. Program PINTAR ini sejalan dengan program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk memperluas literasi keuangan masyarakat.
“Harapannya, seluruh potensi lokal mulai dari UMKM, wisata, hingga ekonomi kreatif dapat terkoneksi dengan sektor jasa keuangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Tesar.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, dr. Endy Rio, menegaskan bahwa Program PINTAR adalah bagian vital dari strategi nasional pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Ia menaruh harapan besar agar keberhasilan di Paninggaran dapat direplikasi ke daerah lain.
“Ke depan, kami ingin Paninggaran menjadi success story nasional dalam pemberdayaan masyarakat miskin ekstrem melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan,” ungkap dr. Endy Rio.
Rakor ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, perbankan, Bulog, BP2MI, Kemendes PDTT, Jamkrindo, Pegadaian, dan mitra strategis lainnya yang menyatakan kesiapan mendukung penuh pengembangan ekonomi Desa Paninggaran. (Abel)













