Bingkaiwarta, KUNINGAN – Semangat untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan kekayaan budaya di Kabupaten Kuningan kini memasuki babak baru. Dewan Kebudayaan Kuningan (DKK) secara resmi menetapkan Dr. Bias Lintang Dialog, M.Kn. sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan ini dilakukan melalui rapat pleno penentuan ketua sekaligus pembentukan struktur kepengurusan yang digelar pada Kamis malam (28/5/2026), bertempat di Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) atau Gedung Graha Wangi.
Masih dalam suasana penuh berkah Hari Raya Idul Adha, musyawarah anggota Dewan Kebudayaan Daerah ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kebersamaan. Sidang dividedakan menjadi dua sesi, berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB, dan dinyatakan sah setelah memenuhi kuorum kehadiran dengan partisipasi 13 orang anggota Dewan Kebudayaan Kuningan.
Proses persidangan tersebut turut mendapatkan pendampingan dan pengawalan langsung dari Dewan Pakar, di antaranya budayawan senior Yusuf Oblet, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan.
Pada sesi pertama, sidang dipimpin oleh Ageng Sutrisno selaku Pimpinan Sidang, didampingi Sekretaris Ence Bagus. Forum berjalan dengan sangat demokratis melalui mekanisme musyawarah mufakat, di mana dilakukan pengusulan nama-nama calon pemimpin dari seluruh anggota yang hadir. Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan yang matang, forum secara bulat menetapkan Dr. Bias Lintang Dialog, M.Kn. sebagai nahkoda baru Dewan Kebudayaan Kuningan untuk mengemban amanah selama empat tahun ke depan.
Dalam sambutan perdananya usai ditetapkan, Ketua Umum terpilih menyampaikan rasa syukur dan penghargaannya atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, amanah besar ini tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan harus bergerak secara kolektif dan gotong royong bersama seluruh elemen budaya.
“Ini adalah sebuah amanah yang sangat besar dan mulia. Tugas utama kita ke depan adalah bersama-sama menjaga, merawat, dan memajukan akar budaya lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan Kabupaten Kuningan,” ujar Dr. Bias Lintang Dialog.
Setelah penetapan Ketua Umum, agenda dilanjutkan ke sesi kedua yaitu pembentukan struktur kepengurusan lengkap. Dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih, forum menyusun formasi organisasi yang dirancang untuk lebih responsif dan mengakomodasi berbagai unsur serta objek pemajuan kebudayaan secara menyeluruh.
Hasil musyawarah menetapkan nama-nama pengurus sebagai berikut: Irsan Fajar dipercaya sebagai Wakil Ketua I, Dadan Aminudin Latif sebagai Wakil Ketua II, dan Endang Komara sebagai Wakil Ketua III. Sementara untuk posisi Sekretaris Umum diemban oleh Arip Hidayat, dengan Ageng Sutrisno yang merangkap jabatan sebagai Wakil Sekretaris sekaligus Bendahara.
Guna memperkuat efektivitas dan jangkauan kerja organisasi, Dewan Kebudayaan Kuningan juga membentuk 15 komisi kerja yang akan bergerak di berbagai bidang strategis. Bidang-bidang tersebut mencakup Organisasi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Nilai-Nilai Tradisional, Kesenian, Bahasa dan Aksara, hingga Pengetahuan Tradisional dan Teater Tradisional. Setiap komisi akan diperkuat oleh 3 hingga 5 anggota ahli, guna mempercepat implementasi program dan kerja kelembagaan di lapangan.
Menutup rangkaian persidangan, Dewan Pakar sekaligus Kepala Disparpora Kuningan, Asep Budi Setiawan, menyampaikan pesan penting mengenai perlunya sinergi, soliditas, serta orientasi kerja nyata. Ia berharap pengurus baru mampu menjaga kebudayaan lokal agar tetap relevan dan berharga di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah ini, Dewan Kebudayaan Kuningan dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada Selasa, 2 Juni 2026. Agenda utama yang akan dibahas meliputi penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta perumusan program kerja awal dari masing-masing komisi sebagai landasan gerak organisasi ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Dr. Funny Almaliasari Murtilam, menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru. Ia menaruh harapan besar kepada Dr. Bias Lintang Dialog dan seluruh jajaran untuk terus berkontribusi maksimal.
“Semoga dengan terbentuknya kepengurusan baru dan terpilihnya Saudara Bias Lintang Dialog sebagai Ketua Umum, Dewan Kebudayaan Kuningan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam melestarikan budaya daerah serta mengembangkan segala potensi yang ada di Kuningan. Aamiin,” ungkap Dr. Funny Almaliasari Murtilam.
Dengan terbentuknya struktur organisasi yang lengkap ini, Dewan Kebudayaan Kuningan diharapkan benar-benar menjadi wadah dan ruang kolaborasi strategis bagi seluruh pelaku budaya, seniman, dan pemerhati warisan budaya, untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, dan mengaktualisasikan kekayaan budaya Kabupaten Kuningan agar tetap lestari dan berdaya saing. (Abel)













