Bingkaiwarta, KOTA TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung mendengar dan merespons berbagai keluhan nelayan perikanan tangkap di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Kegiatan ini dilakukan saat ia meninjau kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari, Kota Tegal, pada Senin (22/6/2026) siang.
Dalam dialog intensif dengan para nelayan, sejumlah persoalan krusial disampaikan. Mulai dari pendangkalan di tiga muara sungai utama yang menjadi akses keluar masuk kapal, yaitu Sungai Kaligung (Kali Bacin), Kali Kemiri, dan Kali Sibelis, hingga kendala teknis dalam pengisian bahan bakar di SPBUN Karya Mina. Selain itu, keberadaan puluhan bangkai kapal yang menumpuk di kolam pelabuhan juga menjadi permasalahan utama yang mengganggu aktivitas.
Menanggapi semua keluhan tersebut dengan penuh responsif, Gubernur Ahmad Luthfi langsung mengambil sejumlah langkah konkret. Pertama, ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah segera melakukan pemetaan terhadap kebutuhan normalisasi untuk ketiga muara sungai yang mengalami pendangkalan.
“Kita harus segera mengatasi masalah pendangkalan ini agar aktivitas nelayan tidak terhambat. DKP, silakan segera lakukan survey dan pemetaan detail,” instruksinya.
Kedua, terkait kendala pengisian solar di SPBUN Karya Mina, khususnya masalah selang dispenser yang terlalu pendek, Gubernur Luthfi langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Ia menekankan agar persoalan teknis ini segera dicarikan solusi optimal demi kenyamanan dan keamanan nelayan.
“Solusi teknis untuk memperpanjang selang dispenser harus ditemukan. Ini adalah masalah kecil tapi memiliki dampak besar bagi kelancaran aktivitas nelayan,” ucapnya.
Ketiga, mengenai penanganan 18 bangkai kapal yang tersisa di kolam pelabuhan, Gubernur Luthfi meminta DKP untuk mempercepat prosesnya. Menurut Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Effendi, pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk menarik lima bangkai kapal. Tiga di antaranya akan dihancurkan, sedangkan dua lainnya akan dimanfaatkan untuk konservasi di Perairan Karang Jeruk setelah perizinan selesai.
“Kapasitas kolam saat ini hanya 600 kapal, padahal yang aktif ada 1.200 unit. Pembersihan bangkai kapal adalah langkah krusial untuk meningkatkan kapasitas ini,” jelas Endi Faiz Effendi.
Sementara itu, langkah cepat Gubernur Luthfi mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto. Ia mengakui, berkat dukungan pemerintah provinsi, SPBUN Karya Mina yang sempat berhenti beroperasi selama tiga bulan kini dapat kembali melayani kebutuhan nelayan, meskipun masih dalam masa transisi menunggu aktivasi sistem OSS dari Kementerian ESDM.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur yang telah mendengar dan merespon keluhan kami. Ini adalah langkah nyata yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan,” ucap Riswanto.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Luthfi juga menyampaikan rencana besar untuk pengembangan kawasan PPN Tegalsari. Setelah proses hibah kepada pemerintah pusat selesai, direncanakan kawasan ini akan dikembangkan menjadi pelabuhan nasional hingga internasional pada tahun 2027-2028.
“Pengembangan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” pungkas Gubernur Ahmad Luthfi. (Dwi)













