banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Wujudkan Swasembada Gula Nasional, Kuningan Gelar Gerakan Tanam Serentak Tebu

 

Bingkaiwarta, CIDAHU – Dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional, pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas tebu di berbagai daerah potensial. Salah satu wujud nyatanya adalah pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Komoditas Tebu yang digelar di lahan milik Kelompok Tani Juwet, Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (2/7/2026).

banner 728x250

Kegiatan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh Ketua Kelompok Hukum, Layanan Perizinan dan Humas Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Hadi Dafenta, Direktur Operasional PT PG Rajawali II, General Manager Pabrik Gula Tersana Baru serta Pabrik Gula Sindanglaut, unsur Forkopimcam Cidahu, jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, dan para petani tebu setempat.

Gerakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menutup kesenjangan antara kebutuhan dan produksi gula dalam negeri. Saat ini kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 8,1 juta ton per tahun, sedangkan produksi baru mampu memenuhi sekitar 2,66 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan atau defisit sebesar 5,44 juta ton yang selama ini harus dipenuhi melalui impor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyatakan bahwa pengembangan tebu menjadi program prioritas yang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi gula, tetapi juga untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Program ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas tebu di Kabupaten Kuningan. Yang dibangun bukan hanya peningkatan hasil produksi, tetapi juga penguatan ekonomi petani dan tumbuhnya kembali semangat bertani yang lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah menerapkan dua strategi utama untuk mencapai target tersebut, yaitu melalui program peremajaan tanaman atau bongkar ratoon guna meningkatkan produktivitas tanaman yang sudah ada, serta memperluas areal tanam baru. Untuk mendukungnya, pemerintah memberikan bantuan berupa stimulan yang cukup besar, yaitu benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare dan bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare. Dukungan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan memudahkan petani mengembangkan usahanya.

Wahyu menambahkan, tahun ini Kabupaten Kuningan mendapatkan target pengembangan seluas 250 hektare. Namun, antusiasme petani ternyata melampaui harapan, dengan usulan calon lokasi dan calon petani yang telah terverifikasi mencapai 267 hektare.

“Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme petani serta kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perusahaan gula, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional tahun 2026,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan pesan inspiratif bagi para petani dengan mengambil filosofi dari tanaman tebu itu sendiri. “Tebu mengajarkan kita bahwa hidup yang manis tidak lahir dari kenyamanan semata, melainkan dari proses panjang yang penuh kesabaran. Manisnya tebu bukan hanya hadiah alam, melainkan hasil doa, kerja keras, dan ketekunan petani yang tidak pernah menyerah,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar semangat tersebut terus dijaga. “Kalau ingin hidup terasa manis, belajarlah dari tebu: tumbuh dengan sabar, berakar kuat, dan tetap memberi manfaat hingga akhir.”

Melalui gerakan ini, diharapkan produksi tebu dan gula di Kuningan dapat terus meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan petani semakin terangkat, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada gula nasional secara berkelanjutan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan