Bingkaiwarta, KUNINGAN – Universitas Kuningan (Uniku) resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan AHEIC Global Publication Connect 2026. Kegiatan yang berlangsung Selasa (14/7/2026) di Ruang Rapat Rektorat Kampus I ini memadukan lokakarya internasional serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara 18 perguruan tinggi anggota ASEAN Higher Education International Conference (AHEIC) dengan INTI International University, Malaysia.
Acara dihadiri langsung perwakilan INTI International University, Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi; perwakilan Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Tri Basuki Kurniawan; jajaran pimpinan dan dekan Uniku; serta seluruh pimpinan perguruan tinggi anggota AHEIC. Mengusung tema “Connecting Universities, Empowering ASEAN”, forum ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian bersama, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah bertaraf internasional.
Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyambut hangat kehadiran seluruh peserta. Menurutnya, keunggulan perguruan tinggi tidak hanya soal ukuran, melainkan luas jejaring dan kedalaman kontribusi ilmiahnya.
“Kami percaya sinergi lintas negara, budaya, dan disiplin ilmu adalah keharusan menuju keunggulan berkelanjutan. Semoga kerja sama yang hari ini terjalin, sebagaimana yang sudah berjalan dengan mitra di Kamboja, terus berkembang bersama Malaysia dan negara ASEAN lainnya,” ujarnya.
Wakil Ketua AHEIC, Dr. Abdurokhim, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas kesuksesan penyelenggaraan. Ia menyoroti nilai istimewa dari materi yang dibawakan, yaitu strategi mencetak hingga 1.500 artikel ilmiah terindeks Scopus dalam waktu satu bulan.
“Ini adalah peluang emas bagi akademisi kita untuk mempelajari praktik terbaik dan meloncatkan kapasitas riset serta publikasi kampus‑kampus di ASEAN,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan INTI International University Malaysia, Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi, menegaskan bahwa kolaborasi antarinstitusi adalah kunci utama menjawab tantangan pendidikan dan penelitian masa kini.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama ini pun menutup rangkaian kegiatan, membuka jalan bagi langkah bersama dalam memajukan kualitas sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan di kawasan ASEAN. (Abel)













