banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Dukung Ketahanan Pangan, Rumah Sayur PDAU Kuningan Siap Serap 20 Ton Hasil Panen Per Hari

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Rumah Sayur Kabupaten Kuningan yang dikelola Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan, di Jalan Siliwangi No. 9, Cirendang, Kamis (23/7/2026). Kehadiran lembaga ini menjadi langkah strategis memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sinergi Pemerintah Daerah, PDAU, dan Rumah Tani Nusantara.

banner 728x250

Peluncuran ini dihadiri langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, didampingi Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, unsur Forkopimda, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fikri Widyanugraha, serta Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian RR. Yuli Sri Wilanti, beserta jajaran perangkat daerah dan mitra strategis.

Bupati Dian menegaskan Rumah Sayur bukan sekadar tempat transaksi, melainkan simbol keberpihakan nyata pemerintah kepada petani dan masyarakat.

“Kita ingin memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani, sehingga mereka mendapat harga layak, sementara masyarakat bisa membeli sayuran segar berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Bupati Dian.

Ia menambahkan Kuningan memiliki modal alam berupa lahan subur dan air melimpah, yang harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan petani. Jika konsep ini berhasil, diharapkan bisa melahirkan pusat distribusi serupa di wilayah lain.

“Sayuran dari petani Kuningan harus menjadi kebanggaan kita sendiri. Kita tidak perlu lagi bergantung pasokan dari luar daerah,” ajaknya. Bupati juga mengundang restoran, swalayan, dan pelaku katering untuk bermitra dengan PDAU guna memprioritaskan hasil pertanian lokal.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Cirebon Fikri Widyanugraha memuji langkah ini sebagai upaya pengendalian inflasi yang tidak hanya menjaga harga stabil, tetapi juga menyejahterakan produsen. “Di tengah tekanan harga pangan global, sinergi terintegrasi seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Senada, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Yuli Sri Wilanti menilai Rumah Sayur berpotensi menjadikan Kuningan salah satu pusat distribusi pertanian di Jawa Barat hingga nasional. “Ini contoh nyata membangun ekosistem pertanian dari hulu ke hilir demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga dikukuhkan mitra strategis PDAU yang meliputi kelompok tani, Gapoktan, koperasi, BUMDes, dan UMKM untuk memperkuat ekosistem agribisnis daerah.

Direktur Rumah Sayur sekaligus CEO Rumah Tani Nusantara Bahtiar menjelaskan seluruh petani dan Kelompok Wanita Tani di Kuningan dipersilakan memasok hasil panennya. Pihaknya telah menyiapkan gudang besar di Ciloa sebagai titik kumpul sebelum disalurkan.

“Kami target menyerap 15–20 ton hasil panen Kuningan setiap hari. Bulan depan kami juga akan membuka 100 titik Rumah Sayur di Jakarta. Kami sudah menjadi pemasok perusahaan besar seperti Mie Gacoan, Indofood, dan Sasa, jadi pasar terbuka lebar selama memenuhi standar kualitas,” jelas Bahtiar. Ia menambahkan pendampingan petani juga akan dilakukan agar kapasitas produksi terus meningkat.

Diharapkan Rumah Sayur benar-benar menjadi rumah bersama petani Kuningan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan