banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

BNN RI Peringatkan Bahaya Narkotika dalam Vape, Kuningan Siap Bergerak Satu Komando

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan pernyataan tegas dalam Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Kamis (23/7/2026). Ia menegaskan perang melawan narkotika tidak boleh lagi bersikap pasif atau sekadar menunggu munculnya korban baru.

banner 728x250

“Narkotika tidak hanya merampas kesehatan seseorang. Narkotika merampas masa depan keluarga, merusak kualitas generasi, dan akhirnya mengancam masa depan bangsa,” tegas Suyudi dalam peringatan yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional tersebut.

Pernyataan ini disambut respons cepat di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama BNNK Kuningan dan seluruh unsur Forkopimda menyatakan siap bergerak dalam satu komando untuk membentengi wilayah dari ancaman barang haram tersebut.

Melalui sambungan daring dari Jakarta, kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, jajaran perwakilan Forkopimda, Kepala BNNK Kuningan beserta jajaran, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi pemuda. Kehadiran ini menegaskan tekad bersama mendukung kebijakan nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara terpadu tanpa ego sektoral.

Dalam pemaparannya, Kepala BNN RI mengungkapkan data mengkhawatirkan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika nasional mencapai 2,11% atau setara sekitar 4,15 juta jiwa, dengan lonjakan tertinggi pada kelompok usia 15–24 tahun. Ancaman kian kompleks dengan ditemukannya Zat Psikoaktif Baru atau New Psychoactive Substances (NPS), di mana narkotika cair seperti omedit, kanabinoid sintetis, hingga etomidate disusupkan ke dalam katrid rokok elektrik (vape). Modus ini menjadi cara terselubung untuk menjerat generasi muda.

Merespons hal itu, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Jamari Caniago saat membacakan arahan Presiden RI memerintahkan penataan ulang tata kelola perdagangan vape, bahkan membuka opsi pelarangan total demi keselamatan rakyat. Pemerintah daerah pun memerintahkan peningkatan kewaspadaan dan pengawasan ketat di lingkungan sekolah serta pusat aktivitas remaja guna mencegah penyalahgunaan vape berisi zat ilegal.

Selain penindakan tegas, momen ini juga menjadi peluncuran gerakan nasional “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Antinarkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) untuk memperkuat benteng pencegahan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.

Menyelaraskan pendekatan War on Drugs for Humanity, BNNK Kuningan dan Pemda Kuningan juga menegaskan penanganan yang humanis bagi korban:

– Pemisahan Penanganan: Pengedar ditindak hukum secara tegas, sedangkan pengguna diprioritaskan untuk menjalani rehabilitasi berdasarkan rekomendasi Tim Asesmen Terpadu.

– Akses Pemulihan: Warga yang membutuhkan bantuan pemulihan akibat adiksi dapat mengakses layanan di Klinik Pratama BNNK maupun Instansi Penerima Wajib Lapor tanpa dipidana.

Sinergi antara BNNK Kuningan, Pemda, TNI-Polri, Kejaksaan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menjaga ketahanan daerah. Langkah bersama ini diharapkan mampu menjaga generasi muda Kuningan tetap bersih dari narkoba, sekaligus menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan