Bingkaiwarta, KUNINGAN – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan turut menyukseskan kegiatan nasional Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan serentak pada Senin (10/8/2026) ini digelar di masjid dan musala yang tersebar di seluruh Indonesia, menjadi wujud nyata kepedulian umat dalam menjaga kebersihan dan kemakmuran rumah Allah.
Di Kabupaten Kuningan, kegiatan Geber Mas dipusatkan di Masjid Al-Kautsar, Desa Kramatmulya. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, didampingi jajaran pejabat, unsur pemerintah desa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta masyarakat setempat yang tampak antusias berpartisipasi.
Dalam keterangannya, Romdony menyampaikan bahwa pelaksanaan Geber Mas secara nasional menyasar 81.000 titik, angka yang diambil sebagai simbol usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Khusus di Jawa Barat, kegiatan dilaksanakan di sekitar 20.000 titik, sementara di Kabupaten Kuningan sendiri tercatat sebanyak 268 titik yang tersebar di 32 kecamatan.
“Angka 81.000 titik secara nasional ini merujuk pada usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ini menjadi momentum untuk bersama-sama memakmurkan masjid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Romdony.
Ia menambahkan, gerakan bersih-bersih masjid sejatinya bukanlah hal baru di Kabupaten Kuningan. Sepanjang tahun 2026, kegiatan serupa telah dilakukan secara berkelanjutan di berbagai masjid dan musala. Khusus di Kecamatan Kramatmulya saja, kegiatan ini sudah terlaksana sebanyak 28 kali, sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Kuningan telah mencapai 555 titik lokasi.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan juga diisi dengan gerakan peduli lingkungan. Romdony secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada pengurus DKM dan Pemerintah Desa Kramatmulya, yang kemudian ditanam bersama-sama di halaman Masjid Al-Kautsar. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari semangat ekoteologi yang terus digaungkan Kementerian Agama, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral sekaligus keagamaan.
Romdony menegaskan, berbagai kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, guna memberikan manfaat nyata dalam ranah keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, serta kecintaan terhadap kebersihan. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian dari lingkungan masyarakat yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (Abel)













