banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Luruskan Pemahaman Masyarakat, Bapeten dan Rokhmat Ardiyan Jelaskan Pemanfaatan Nuklir di Cisantana

 

Bingkaiwarta, CIGUGUR – Membangun pemahaman yang benar serta meluruskan pandangan masyarakat terhadap teknologi nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Anggota DPR RI Fraksi Gerindra H. Rokhmat Ardiyan menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan serta pemanfaatan tenaga nuklir di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Selasa (25/8/2026) siang.

banner 728x250

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang berharga: mengenalkan betapa luasnya manfaat pemanfaatan teknologi nuklir dalam kehidupan sehari‑hari, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat agar penggunaannya senantiasa aman bagi manusia maupun lingkungan sekitarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Bapeten RI, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang memahami nuklir hanya dalam konteks senjata atau bom nuklir. Padahal kenyataannya jauh lebih luas dan bermanfaat besar.

“Kalau mendengar nuklir, yang dibayangkan sering kali bom nuklir. Padahal tidak seperti itu. Nuklir bisa digunakan untuk mengobati kanker dan berbagai kebutuhan lainnya,” ujarnya menjelaskan.

Zaenal memaparkan rincian pemanfaatan yang sudah berjalan nyata: di bidang kesehatan, radiasi membantu pemeriksaan sekaligus pengobatan penyakit termasuk kanker; di sektor industri—diguna memeriksa kualitas serta ketahanan material pesawat, kendaraan, dan peralatan lain; tak ketinggalan pertanian, eksplorasi sumber daya alam, minyak dan masih banyak lagi.

Meskipun demikian, Zaenal menegaskan bahwa pemanfaatan ini harus disertai pengawasan yang ketat karena sifat radiasi yang tidak dapat dilihat, dirasakan, maupun dicium—hanya alat khusus yang mampu mendeteksinya.

“Kalau tidak ada kepentingan, hindari paparan radiasi. Kalau sedang dalam proses pengobatan di rumah sakit, tentu harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Bapeten sendiri menjalankan pengawasan menyeluruh: mulai menyusun peraturan, pelayanan perizinan, hingga turun langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi. Masyarakat pun diajak ikut berperan aktif menjaga keamanan: “Kalau ada rumah sakit atau pengguna lainnya yang tidak memiliki izin, bisa dilaporkan kepada kami. Kalau menemukan bahan radioaktif, laporkan lokasinya kepada kami agar dapat segera diamankan,” tandas Zaenal.

Ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan nuklir saat ini sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia—terutama bidang kesehatan serta industri—dan ke depannya juga terbuka peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik nasional.

Sementara itu, Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardiyan, menegaskan dukungan sekaligus pandangan mendalam terkait masa depan teknologi ini:

“Pemanfaatan nuklir memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai kebutuhan nasional. Selain kesehatan, teknologi tersebut dapat diterapkan dalam pertanian hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN),” ujarnya.

“Kami dari Komisi XII tentunya mendukung dan memberikan apresiasi terhadap rencana‑rencana pemanfaatan nuklir. Ini bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung lingkungan yang sehat melalui energi baru terbarukan,” tambahnya.

Namun dukungan ini disertai pesan penting: segala rencana pemanfaatan harus disiapkan dengan sangat matang. Sosialisasi berkelanjutan wajib dilakukan agar masyarakat benar‑benar memahami manfaat sekaligus risikonya. Lokasi, biaya, penerimaan warga sekitar, hingga dampak lingkungan—semua butuh kajian mendalam dan menyeluruh.

“Dengan kajian yang matang dan pengawasan yang ketat, kita berharap pemanfaatan teknologi nuklir tidak lagi dipandang semata‑mata sebagai teknologi berbahaya, melainkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung kesehatan, pertanian, industri, lingkungan serta ketahanan energi bangsa dan negara kita,” pungkas Rokhmat Ardiyan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan