banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Menghadapi Kemarau Panjang, Ribuan Warga Majalengka Gelar Shalat Istisqa di Alun-Alun

Bingkaiwarta, MAJALENGKA – Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian, ribuan masyarakat Kabupaten Majalengka bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat memohon turunnya hujan di Lapang Alun-Alun Majalengka, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, para tokoh agama, serta ribuan masyarakat dengan Imam Sholat Ustad Khoerudin dan Khotib H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I. Dengan penuh kekhusyukan, warga mengikuti rangkaian shalat dan doa bersama untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

banner 728x250

Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Eman Suherman menyampaikan keprihatinan atas dampak kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kemarau panjang telah membawa dampak nyata di tengah-tengah kita. Sumur-sumur mulai mengering, sawah yang menjadi tumpuan nafkah masyarakat membutuhkan air, belum lagi beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu hal yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Bupati.

Menurutnya, pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

“Kondisi ini merupakan ujian sekaligus peringatan bagi kita semua untuk kembali bermuhasabah. Kita sadar bahwa sebaik apa pun ikhtiar manusia, termasuk memohon rahmat hujan, sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, mari kita perbanyak istighfar, memohon ampun atas segala dosa, khilaf, serta kelalaian kita, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam semesta,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bagian dari tuntunan yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika umat menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman menyampaikan bahwa Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan. Namun, pelaksanaannya hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ritual untuk memohon hujan, melainkan menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.

“Shalat Istisqa adalah ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Tetapi yang lebih penting, pelaksanaan ini harus menjadi momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, bertaubat dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan, saling membantu warga yang terdampak kekeringan serta menjaga lingkungan.

“Doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam, menghemat penggunaan air dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat kekeringan,” tambahnya.

Menurutnya, hujan merupakan rahmat Allah SWT yang sangat dibutuhkan seluruh makhluk. Karena itu, momentum Shalat Istisqa diharapkan dapat mengetuk kesadaran bersama untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat kepedulian sosial.

Pemkab Majalengka Terus Lakukan Mitigasi Kekeringan.

Selain melakukan ikhtiar spiritual, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan langkah-langkah konkret untuk menangani dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Salah satunya melalui penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama berbagai pihak, termasuk Polres Majalengka, Kodim 0617/ Majalengka.
Pemkab juga terus melakukan perbaikan dan pengaliran saluran irigasi melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah Majalengka bagian utara yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih sekaligus memberikan dukungan kepada para petani agar lahan pertanian tetap dapat dikelola di tengah kondisi kemarau panjang.

Bupati Majalengka menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan kerja sama seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun berbagai unsur lainnya.

“Mari kita perkuat rasa kepedulian, saling tolong-menolong terhadap sesama warga yang kesulitan, dan senantiasa menjaga kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Majalengka yang lebih Sejahtera dan Langkung SAE” pungkasnya. (ARL)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan