banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Menteri Nusron: LP2B Jatim Dorong Capaian Nasional 87,60%, Pemda Diminta Tindak Lanjuti

Bingkaiwarta, SURABAYA — Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jawa Timur telah mencapai 87,34% dari total Lahan Baku Sawah (LBS). Angka ini melampaui target nasional sebesar 87% yang ditetapkan untuk tahun 2029. Capaian ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, saat memimpin Rapat Koordinasi di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, pekan lalu.

Menteri Nusron menegaskan, capaian ini harus segera diikuti langkah konkrit — mengintegrasikan seluruh penetapan LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

banner 728x250

“Usulan yang sudah ditandatangani Sekda maupun Bupati, segera dimasukkan menjadi bagian tak terpisahkan dari RTRW. Jangan berhenti di administrasi saja, harus ada kepastian ruang,” tegasnya.

Integrasi ini semakin terbuka peluangnya dengan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, yang memberi fleksibilitas bagi pemerintah daerah melakukan revisi RTRW.

Secara nasional, capaian LP2B kini sudah menyentuh 87,60% — lebih cepat dari jadwal yang seharusnya tuntas pada 2029.

“Belum tahun 2029, Jawa Timur sudah mencapai 87,34%. Berkat ini, target nasional pun selesai lebih awal, September 2026. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Menteri Nusron.

Untuk mempercepat proses, Kementerian ATR/BPN bersama Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Bersama yang memungkinkan penghitungan capaian dilakukan secara agregat di tingkat provinsi. Kementerian juga siap memberikan dukungan teknis penuh kepada daerah dalam menyusun maupun merevisi dokumen tata ruang.

“RTRW adalah panglima pembangunan. Semua harus berpedoman pada rencana tata ruang wilayah,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyampaikan capaian ini merupakan buah kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Dari 87,34% tersebut, 18 kabupaten/kota memenuhi target secara murni, sementara 11 lainnya mencapai angka dengan faktor penambah. Sembilan kota masih menghadapi tantangan tersendiri mengingat karakteristik wilayah yang lebih didominasi permukiman.

“Terima kasih kepada Bupati dan Wali Kota yang telah bergerak bersama. Alhamdulillah target tercapai berkat gotong royong ini,” ungkap Emil.

Rakor ini dihadiri pula oleh jajaran pimpinan tinggi Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, serta para kepala daerah se-Jawa Timur. (Abel/hms)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan