banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Pengakuan Korban: Dipaksa Minum Cairan oleh Temannya, Ini Penjelasan Lengkap Pihak Sekolah dan Medis

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Pihak SMP Negeri 1 Japara telah memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang menimpa salah satu siswanya, sementara pihak medis RSUD Linggarjati menyampaikan rincian penanganan yang dilakukan, termasuk pengakuan mengejutkan dari korban saat pemeriksaan.

banner 728x250

Kepala Sekolah SMPN 1 Japara, Oon Suharyono, menyampaikan klarifikasi kronologi kejadian saat di hubungi awak media via sambungan telepon, pada Selasa (13/10/2026). Menurut penjelasannya, peristiwa berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, saat pembelajaran PJOK memasuki waktu istirahat sekaligus bertepatan dengan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat itu, seorang siswa melemparkan sachet cairan pembersih lantai yang mengenai beberapa siswa, termasuk korban di bagian sekitar mulut. Sekolah segera memberikan pertolongan pertama di UKS, lalu merujuk ke Puskesmas Japara dan selanjutnya ke RSUD Linggarjati,” jelas Oon.

Sementara itu, Kepala Instalasi IGD RSUD Linggarjati, dr. Agi, mengungkapkan informasi penting berdasarkan keterangan langsung dari korban saat pemeriksaan medis.

Pasien tiba di IGD RSUD Linggarjati pada Senin sekitar pukul 12.30 WIB, diantar petugas Puskesmas Japara dengan keluhan muntah-muntah, tubuh terasa lemas, dan sakit kepala.

“Terhadap kejadian kemarin, ada seorang pelajar datang diantar sama petugas puskesmas dari Japara, sekitar pukul 12.30. Datang dengan keluhan muntah-muntah, badannya lemas dan sakit kepala,” ujar dr. Agi.

Dalam proses anamnesis atau penggalian riwayat kejadian, korban memberikan keterangan yang berbeda dari sekadar terkena percikan cairan.

“Dari hasil anamnesis, menurut anaknya, anaknya itu dikasih kayak semacam cairan tuh, dipaksa untuk diminum sama temannya. Pengakuan dari korbannya seperti itu,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan korban, volume cairan yang diduga tertelan berkisar antara 20 hingga 30 mililiter, meskipun pihak medis tidak dapat memastikan jumlah tersebut secara pasti karena telah bercampur dengan cairan tindakan medis.

Kondisi pasien saat tiba di IGD relatif stabil berdasarkan pemeriksaan tanda-tanda vital, meskipun terlihat lemas. Tim medis segera melakukan pemeriksaan lengkap, pemasangan infus, serta tindakan pembilasan lambung untuk membuang sisa cairan dari tubuh korban.

“Kita dilakukan pemeriksaan, dilakukan tindakan pemasangan infus dan pembersihan untuk supaya si cairannya itu keluar. Dilakukan pembilasan lambung,” jelasnya.

Pembilasan lambung dilakukan sebanyak dua kali selama pasien berada di IGD. Setelah kondisinya dinilai membaik dan stabil, pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.

“Di IGD kita dicoba dua kali. Dua kali melakukan pencucian, bilas lambung. Karena kondisinya udah agak stabil, kita masukkan ke dalam ruangan untuk diobservasi selanjutnya,” tambah dr. Agi.

Perbedaan keterangan antara versi sekolah yang menyebutkan lemparan sachet dan versi pengakuan korban yang menyebutkan dipaksa minum cairan menjadi hal yang perlu diklarifikasi dan didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang. Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada Disdikbud Kabupaten Kuningan, sementara kasus juga sedang dalam proses penanganan oleh kepolisian. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan