banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Satu Dasawarsa Macan Ali, Prabu Diaz Siapkan Kirab Agung dari Sunda Kelapa ke Cirebon

 

Bingkaiwarta, CIREBON – Laskar Agung Macan Ali Nuswantara memperingati satu dasawarsa kebangkitannya dengan menggelar berbagai kegiatan sosial, budaya, dan lintas iman.

banner 728x250

Memasuki usia ke-10 tahun, organisasi tersebut menegaskan komitmennya menjaga adat istiadat Nusantara, merawat toleransi, serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali, Prabu Diaz, mengatakan perjalanan selama satu dekade menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur, terutama semangat kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Selama 10 tahun ini, kami terus menjaga adat istiadat budaya dan menjalankan marwah leluhur, termasuk toleransi dan kebersamaan,” ucapnya Sabtu (31/6/2026).

Memasuki tahun ke-11, Macan Ali telah menyiapkan sejumlah agenda besar. Salah satunya adalah Kirab Agung Laskar Macan Ali yang direncanakan berlangsung dari Sunda Kelapa menuju Alun-Alun Sangkala Buana Cirebon pada 1 hingga 14 Oktober.

Selain itu, Macan Ali juga merencanakan kegiatan bertajuk Menjaga Tudong Internasional 2027 yang akan melibatkan sejumlah negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Menurut Prabu Diaz, seluruh laskar Macan Ali, baik yang berada di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, memiliki visi dan misi yang sama, yakni menjaga kedaulatan NKRI, mempertahankan semangat Bhinneka Tunggal Ika, berlandaskan Pancasila, serta melestarikan marwah leluhur.

“Rangkaian peringatan satu dasawarsa Macan Ali sendiri telah berlangsung sejak 15 hari sebelumnya. Berbagai kegiatan sosial dilakukan, mulai dari santunan anak yatim, kunjungan ke panti jompo, hingga pemberian bingkisan kepada guru-guru mengaji di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon,”ungkapnya

Macan Ali juga menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh penyebar agama Islam serta bersilaturahmi dengan para tokoh lintas agama dan kepercayaan. Mereka di antaranya berasal dari Hindu, Katolik, Kristen, Buddha, Konghucu, hingga masyarakat adat.

“Kami ingin membangun silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat. Namun, tentu para tokoh Muslim tetap menjadi prioritas dalam rangkaian silaturahmi kami,” katanya.

Perayaan satu dasawarsa ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya Nusantara, seperti Debus, Barongan, Singa Reang, Tari Topeng, dan Jaipongan. Sejumlah kelompok seni dari luar daerah turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Hampir seluruh panglima Macan Ali dari berbagai wilayah Indonesia yang berjumlah 39 orang hadir dalam perayaan tersebut. Sejumlah padepokan, paguyuban, dan komunitas budaya, termasuk Forum Spiritual Indonesia, Sunda Wiwitan, serta Maung Bodas, juga turut bergabung.

“Macan Ali turut mengukuhkan sejumlah panglima baru serta mengangkat dua wakil panglima tinggi untuk membantu menjalankan organisasi di berbagai daerah,”ujarnya

Prabu Diaz menegaskan, kekuatan Macan Ali bukan semata-mata terletak pada jumlah anggota, melainkan pada kemampuan membangun komunikasi dan persaudaraan lintas suku serta budaya.

“Kami selalu mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan karena memiliki komitmen yang sama untuk menjaga adat tradisi Nusantara. Komunikasi kami juga terjalin dengan masyarakat Dayak di Kalimantan, Nias, Bali, bahkan Papua,” ungkapnya.

Puncak perayaan satu dasawarsa Macan Ali akan ditandai dengan doa bersama lintas iman. Masing-masing pemeluk agama akan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan tradisi masing-masing untuk keselamatan bangsa Indonesia.

Dalam momentum tersebut, Macan Ali juga akan memberikan penghargaan kepada dua tokoh yang dinilai berjasa dalam perkembangan organisasi. Keduanya berasal dari latar belakang agama berbeda, yakni Kristen dan Buddha.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wali Kota Cirebon, Kapolres, Dandim, Danlanal, dan Kajari, dijadwalkan hadir dalam acara puncak tersebut.
Prabu Diaz berharap, momentum satu dasawarsa ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa.

“Kami mendoakan agar bangsa ini tetap terjaga dan kokoh, serta masyarakatnya segera bangkit secara ekonomi dan semakin sejahtera,” pungkasnya. (ARL)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan