banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Api Merambat Hingga Puluhan Hektare, Sinergi Lintas Pihak Kerahkan Segala Cara Kendalikan Karhutla Gunung Ciremai

Api Merambat Hingga Puluhan Hektare, Sinergi Lintas Pihak Kerahkan Segala Cara Kendalikan Karhutla Gunung Ciremai

Bingkaiwarta, PASAWAHAN — Sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menyatukan komando penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), digelar Apel Siaga Gabungan di Alun-alun Balai Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jumat (23/10/2026) pagi. Kegiatan berlangsung pukul 07.30 hingga 08.40 WIB dan dihadiri oleh unsur pimpinan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten, TNI, Polri, pengelola kawasan, serta ratusan relawan dan Masyarakat Peduli Api.

Apel siaga dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, S.T., M.Sc., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, S.Hut., M.T., serta jajaran perwira TNI dan Polri, para camat, dan unsur masyarakat lainnya.

banner 728x250

Sebanyak 807 personel dikerahkan dalam operasi penanggulangan karhutla ini, yang terdiri dari gabungan unsur Kodim 0615/Kuningan, Yonif TP 839/SA, Brimob, BPBD dan Damkar lintas kabupaten, Dinas Kehutanan, Polisi Hutan, Paguyuban Siliwangi, Masyarakat Peduli Api dari berbagai desa, Kelompok Tani Hutan, Tagana, hingga relawan Manggala Agni dan LSM AKAR.

Dalam arahannya, Sekda Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Gubernur Jawa Barat untuk memastikan seluruh jajaran bergerak cepat membantu penanganan dan pemadaman api di kawasan TNGC. Ia menyampaikan data terbaru bahwa kebakaran yang semula terjadi di zona tradisional seluas sekitar 15 hektare kini telah merambat hingga masuk ke zona rimba, dengan total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 60 hektare.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pemadaman baik secara darat maupun udara,” ujarnya.

Sekda Herman menegaskan bahwa penanganan darurat diperkuat dengan menyiagakan dukungan logistik serta opsi pemadaman melalui helikopter (water bombing), mengingat medan lereng gunung yang terjal dan sulit dijangkau secara manual. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi, tidak melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan, serta memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu titik api baru di tengah musim kemarau.

Apel siaga ini bukan sekadar simbol kehadiran, melainkan langkah konkret untuk menyatukan koordinasi antara Balai TNGC, pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, pengelola kawasan wisata, dan seluruh elemen masyarakat peduli api. Kegiatan juga mencakup inspeksi kesiapan peralatan pemadaman, mulai dari pompa air, jet shooter, hingga kesiapan personel dalam pembuatan sekat bakar. Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu meminimalkan risiko meluasnya kebakaran sekaligus menjadi benteng utama menjaga kelestarian kawasan konservasi Gunung Ciremai. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan