Bingkaiwarta, KUNINGAN — Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu bermakna di Lapas Kelas IIA Kuningan. Peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni biasa, melainkan diwujudkan dalam rangkaian kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, kesehatan, kepedulian sosial, serta penguatan hubungan harmonis antara Pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB, melibatkan jajaran petugas, warga binaan, serta warga lingkungan sekitar Lapas. Kegiatan diawali dengan jalan sehat sejauh kurang lebih 3 kilometer yang diikuti para petugas, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah semangat kemerdekaan.
Semangat tersebut kemudian berlanjut dengan Upacara Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (PORSENAP). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan berharga bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat, menjaga kebugaran, membangun jiwa sportivitas, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan selama menjalani masa pembinaan.
Tak berhenti pada kegiatan olahraga, semangat kemerdekaan pun diwujudkan melalui aksi nyata di bidang kesehatan dan sosial. Sebanyak 62 pegawai turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, di mana 24 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Kepedulian pun disalurkan langsung kepada masyarakat sekitar, di mana 32 warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus menerima bantuan sosial sebagai wujud perhatian jajaran Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan seharusnya diisi dengan hal-hal yang memberikan dampak nyata dan dirasakan manfaatnya oleh sesama.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan pahlawan, tetapi juga bagaimana kita mengisinya dengan memberikan manfaat bagi sesama. Melalui olahraga, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan bakti sosial ini, kami ingin semangat kemerdekaan benar-benar hadir dan dirasakan bersama,” ujar Sukarno Ali.
Ia juga menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan ini menjadi langkah penting membangun hubungan harmonis antara Lapas dan lingkungannya. “Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang harus mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Kusrin Yusyuf, menjelaskan bahwa PORSENAP menjadi sarana pembentukan karakter warga binaan, bukan sekadar kegiatan olahraga dan seni.
“Melalui PORSENAP, warga binaan belajar sportivitas, disiplin, kerja sama, dan menghargai orang lain. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya,” ungkap Kusrin.
Antusiasme juga datang dari jajaran pegawai. Karolina Maulida, salah satu staf Lapas, mengaku peringatan kemerdekaan tahun ini terasa lebih berkesan karena sarat kebaikan. “Kita bisa olahraga bersama, berbagi darah, dan melihat masyarakat terbantu. Rasanya senang karena kemerdekaan benar-benar diisi hal bermanfaat,” tuturnya.
Sebagai penutup, rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang penuh makna. Dari menjaga kesehatan diri, membangun kebersamaan, hingga berbagi kasih kepada sesama, Lapas Kelas IIA Kuningan terus berupaya menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan bermanfaat bagi lingkungannya. (Abel)













