banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Produk IKM Kuningan, Jengkol Krispi Merambah ke Luar Negeri

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Jengkol biasanya diolah menjadi semur atau balado, tapi di tangan Dina Nuryani, warga Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan ini, jengkol dijadikan kuliner unik yakni Jengkol Krispi. Meski merupakan produk baru, Jengkol Krispi dengan brand Gemeezz ini viral dan diserbu pembeli.

“Awalnya baru ada prototype, ketika iseng posting di medsos langsung ada yang pesan tujuh puluh bungkus. Malam-malam saya dadakan mencari penjual cabai dan bawang, Alhamdulillah dapat dari online. Setelah dapat langsung produksi masal,” ungkap Dina kepada Bingkaiwarta.co.id, Senin (2/1/2023).

banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Menurut pengurus dari Komunitas UMKM Ciremai Kuningan (KUCIKU) ini, Selain nikmat, salahsatu alasan Jengkol Krispi Gemeezz banyak diminati, karena tidak menimbulkan bau. Jika biasanya mengkonsumsi jengkol dapat menimbulkan bau mulut dan urine saat buang air kecil, tidak demikian dengan Jengkol Krispi Gemeezz.

“Ide membuat Jengkol Krispi itu karena saya suka jengkol, tapi saya tidak suka dengan baunya. Selain jengkol, saya juga suka kripik, jadi saya coba gabungkan keduanya, jadi keripik jengkol yang Alhamdulillah tidak berbau karena telah dikeringkan,” sambungnya.

Meski baru sekitar 5 bulan, tak hanya konsumen lokal, produk dari Industri Kecil Menengah (IKM) Dinara Berkah Sejahtera yang baru berdiri 1 tahun ini sudah merambah pasar luar negeri, diantaranya Malaysia dan Saudi. Meski baru sekala kecil, Dina merasa bangga karena telah berhasil memperkenalkan produk IKM asli Kabupaten Kuningan ke luar negeri.

“Alhamdulillah, produk saya sudah sampai ke luar negeri yakni Malaysia dan Saudi. Bahkan uniknya, pembeli di Saudi ada yang berasal dari Prancis dan sangat suka dengan Jengkol Krispi. Selain berjualan, senang bisa memperkenalkan kuliner khas Nusantara ke mancanegara,” ujarnya.

Terkait ekspor, saat ini sedang dalam proses. Langkah demi langkah sedang ia jalani. Mulai dari mengikuti acara seminar terkait ekspor oleh Bea Cukai Cirebon yang diselenggarakan oleh Aliansi Persatuan Pelaku UMKM (APPU) di Kabupaten Kuningan, hingga mengikuti program lanjutan yang diselenggarakan di Kantor Bea Cukai Cirebon.

Menurut Dina, pembekalan yang diberikan oleh pihak Bea Cukai Cirebon sangat dirasakan sekali manfaatnya. Hal tersebut semakin mempercepat langkahnya untuk mewujudkan impian dan harapannya.

“Alhamdulillah banyak manfaatnya. Selain nambah ilmu, kita nambah link, nambah reseller, bisa ngbranding produk secara gratis baik offline di Sudut UMKM Bea Cukai Cirebon, ataupun e-Katalog. Selain itu, dengan pembekalan yang diberikan oleh Bea Cukai Cirebon, semoga dapat segera mewujudkan mimpi saya untuk ekspor. Terimakasih untuk seluruh pihak Bea Cukai,” ucap Dina.

Selain itu, Dina juga berharap agar APPU bisa merangkul para pelaku UMKM yang belum tersentuh pemerintah. Diharapkan dengan berbagai program dari APPU dapat mempersatukan dan menciptakan Pelaku UMKM yang mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!