banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Apotek Legend Di Cirebon Terancam Gulung Tikar

Bingkaiwarta, CIREBON – Salah satu apotek tua di Kota Cirebon, Apotek Pasuketan, terancam gulung tikar. Hal itu terlihat dari omzet yang terus menerus menurun sejak tahun 2021.

Menurut Indrawati Setiabudi, salah satu pemilik saham di Apotek Pasuketan, melalui kuasa hukumnya, Reno, hingga tahun 2023 omzet Apotek Pasuketan yang telah berdiri sejak tahun 1960 itu menurun sangat signifikan.

banner 728x250

“Penurunan drastis pendapatan dan aset Apotek Pasuketan sangat memprihatinkan, laporan keuangan menunjukkan bahwa pendapatan dari bagi hasil mengalami penurunan signifikan, tahun 2021 sebesar Rp 259 juta, tahun 2022 sekitar Rp 79 juta, dan di tahun 2023 menjadi Rp 43 juta,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers, Senin (29/7/2024).

Rano mengatakan, dalam pengelolaan apotek tersebut, ditemukan sejumlah masalah seperti tidak adanya stok obat yang memicu hilangnya para konsumen tetap dan beralih ke apotek lain.

“Dalam pengelolaan harian apotek yang dikendalikan oleh Saudari Juanita Sulistyowati, ditemukan beberapa masalah, di antaranya sering terjadi kekosongan stok obat-obatan umum, pembukaan cabang Apotek Pasuketan di beberapa wilayah Kota Cirebon tanpa transparansi penggunaan nama dan aset, serta pengelolaan yang kurang optimal yang mengakibatkan penurunan laba dan aset,” katanya.

Reno meminta, pihak Indrawati Setiabudi menuntut Benjamin Setiabudi dan Juanita Sulistyowati selaku pengelola apotek Pasuketan untuk menjalankan isi putusan Pengadilan Negeri Cirebon yang pernah disidangkan pada tahun 2022.

“Kami meminta Saudara Benjamin Setiabudi untuk menjalankan isi putusan Perkara Nomor: 16/Pdt.G/2022/PN.Cbn dengan transparansi, membentuk badan hukum atas Apotek Pasuketan, di mana kliennya memiliki saham sebesar 25%, dan menyampaikan hasil audit tahun pembukuan 2022 dan 2023 secara utuh dan lengkap kepada klien kami,” ucapnya.

Reno menjelaskan, pengelola apotek harus transparan dalam pemberian laporan, serta keuntungan di tahun 2024 bisa mencapai Rp 1 Miliar.

“Kliennya meminta pengelola apotek untuk lebih transparan dalam pengelolaan sehingga laba berjalan tahun 2024 bisa mencapai Rp 1 Miliar. Nyonya Indrawati Setiabudi berkomitmen untuk menggunakan seluruh hasil pembagian laba dari Apotek Pasuketan untuk kegiatan sosial yang diatas namakan apotek, bukan atas nama pribadi,” jelasnya. (SLE)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan