Bingkaiwarta, JALAKSANA – Untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan menggelar aksi Penanaman Pohon Produktif sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan berlangsung di Objek Wisata Cibulan, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Rabu (17/12/2025) dengan menanam sebanyak 30 bibit pohon.
Penanaman pohon ini merupakan aktualisasi salah satu Asta Protas Kemenag RI, yaitu Ekoteologi. Kegiatan diawali dengan penyerahan bibit pohon dari jajaran Kemenag kepada Manajemen Wisata Cibulan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bersama. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, menegaskan bahwa ekoteologi adalah refleksi penting dalam pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Ekoteologi yang digagas Menteri Agama menunjukkan bahwa selain mencintai Tuhan dan sesama, kita juga wajib mencintai alam termasuk tumbuhan,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui kebiasaan menanam dan memelihara pohon, dengan harapan langkah kecil ini memberikan dampak besar bagi generasi mendatang.
Selain di Cibulan, kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan. Tim MTsN 3 Kuningan juga turut berpartisipasi dengan menanam pohon di kawasan Lembah Cilengkrang, Kecamatan Kramatmulya, sebagai bagian dari rangkaian HAB ke-80.
Kepala Desa Maniskidul, Maman Sadiman, menyambut positif kolaborasi ini yang sejalan dengan upaya desa dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian Kemenag terhadap lingkungan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan alam sekitar,” ungkapnya.
Manajemen Wisata Cibulan, Iwan, juga memberikan apresiasi dan berharap aksi ini menjadi pemicu bagi instansi lain dan masyarakat luas untuk bersama-sama melestarikan alam.
Penanaman pohon secara simbolis juga diikuti oleh perwakilan Kantor Kemenhaj, Camat Jalaksana, Kepala MIN 2 Kuningan, Kepala MTsN 7 Kuningan, serta Ketua APRI dan IPARI – menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan nilai-nilai ekoteologi melalui aksi nyata. (Abel)













