Bingkaiwarta, KUNINGAN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan kondisi ketahanan pangan daerah dalam situasi aman. Kuatnya produksi hortikultura sepanjang Januari-November 2025 menjadi penyangga utama untuk menjaga kecukupan pasokan dan meredam gejolak harga di tingkat konsumen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, mengatakan kinerja sektor pertanian khususnya sayuran menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun lalu. “Produksi sayuran relatif terjaga, ini penting menghadapi peningkatan konsumsi masyarakat pada momen Nataru,” ujarnya.
Data Diskatan mencatat lonjakan produksi pada sebagian besar komoditas strategis:
– Cabai rawit: 995 ton (naik dari 928 ton 2024) dengan lahan menambah 54 hektare
– Tomat: 795 ton (naik dari 518 ton 2024) dengan lahan menambah 16 hektare
– Kentang: 338 ton (naik dari 116 ton 2024)
– Kubis: 2.043 ton (naik dari 1.527 ton 2024)
Peningkatan ini didukung oleh program Tanam di Halaman Mitra Sinergi Jaga Inflasi (Taman Masagi), yang menyalurkan bibit, polybag, dan pupuk ke seluruh desa, serta peran aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menanam cabai.
Namun, beberapa komoditas mengalami penurunan produksi akibat iklim kemarau basah dan serangan penyakit:
– Bawang daun: 2.790 ton (turun dari 3.935 ton 2024)
– Bawang merah: 2.543 ton (turun dari 3.761 ton 2024)
Meskipun demikian, pemantauan harga per 16 Desember 2025 menunjukkan kondisi stabil. Harga beras premium Rp14.000–14.500/kg, tomat Rp10.000/kg, dan komoditas lain seperti daging ayam, telur, gula, serta minyak goreng juga berada pada kisaran normal tanpa lonjakan signifikan.
“Kami melakukan monitoring produksi dan harga setiap hari, serta mengoptimalkan koordinasi distribusi. Optimis kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan stabilitas harga tetap terjaga,” pungkas Wahyu. (Abel)













