Bingkaiwarta, CIGUGUR – Polemik dan opini publik tentang isu lingkungan di kawasan wisata Arunika, Desa Cisantana, mendorong jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Dipimpin oleh Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, kunjungan seluruh Komisi ini tidak hanya untuk memeriksa kondisi perluasan kawasan wisata di kaki Gunung Ciremai, tetapi juga untuk melakukan penanaman bibit pohon di lokasi tersebut.
Nuzul menegaskan bahwa kedatangan para wakil rakyat bertujuan untuk memverifikasi kondisi di lapangan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. “Kita merespons apa yang menjadi opini masyarakat. Maka untuk tidak salah membuat kesimpulan, kita lihat langsung apa yang terjadi terhadap aktivitas di sini,” ujarnya kepada awak media.
Ia menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan final terkait dampak lingkungan, namun mencatat adanya itikad baik dari pengelola H. Rokhmat Ardiyan terkait konservasi.
Dalam tinjauannya, Nuzul mengapresiasi langkah pengelola yang telah menyiapkan 7.000 bibit pohon untuk penghijauan. Ia juga menyoroti penggunaan material ramah lingkungan di infrastruktur, seperti paving block yang memungkinkan air meresap langsung ke tanah. “Saya hanya berpesan agar ada perawatan rutin supaya pori-pori tanah tidak tertutup pasir yang mengeras,” imbuhnya.
Terkait pembukaan akses jalan yang sempat menjadi sorotan publik karena dikhawatirkan memicu limpasan air, Nuzul menjelaskan bahwa jalur tersebut dibuat untuk mempermudah mobilisasi penanaman pohon di area konservasi. “Jalan itu fungsinya untuk mempermudah mobilisasi tanaman. Kita sudah lihat bibit-bibitnya di sana,” jelasnya.
Meski memberikan apresiasi awal, Nuzul menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tetap berjalan ketat. Pihaknya akan memanggil manajemen untuk melakukan kajian komprehensif di gedung dewan, termasuk membedah dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study). “Nanti lebih komprehensifnya tentu kami akan melakukan kajian di DPRD. Kita tadi sudah minta dokumen feasibility study-nya supaya bisa kita kaji secara mendalam,” tegas Nuzul.
Ia pun menitipkan pesan tegas kepada pengelola agar pembangunan infrastruktur penunjang wisata tetap memperhatikan kaidah ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem yang ada. “Intinya saya minta pesan supaya betul-betul menjaga kelestarian. Kalau bangunan memang tak terelakkan, tapi penunjang lainnya harus ramah lingkungan,” pungkas Nuzul. (Abel)














