Bingkaiwarta, KARAWANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmen untuk menyelesaikan sertipikasi tanah wakaf serta aset rumah ibadah di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan dengan perwakilan organisasi keagamaan di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada Rabu (07/01), ia menyatakan target agar tidak ada tempat ibadah, sekolah, madrasah, makam, maupun pesantren yang belum memiliki sertipikat selama masa kepemimpinannya.
“Ayo kita kerjakan satu persatu. Bersama-sama. Target saya, selama saya jadi menteri ini, jangan sampai ada tempat ibadah, sekolah, madrasah, makam, pesantren yang belum bersertipikat,” tegas Menteri Nusron dalam pengarahan kepada perwakilan enam organisasi keagamaan yang hadir.
Menurutnya, sebagai pemimpin Kementerian ATR/BPN, ia memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong percepatan sertipikasi guna mencegah potensi masalah hukum di masa mendatang. “Saya rasa-rasanya kok saya ikut dosa kalau gak ngumpulin Bapak-bapak, mendorong penyelesaian ini, sementara Bapak-bapak ini tokoh semua,” ucapnya.
Berdasarkan data nasional, terdapat sekitar 532.013 bidang tanah wakaf di Indonesia, di mana 284.946 bidang atau 53,5 persen telah bersertipikat. Capaian sertipikasi sepanjang tahun 2025 mencapai 23.888 bidang. Di Provinsi Jawa Barat sendiri, tercatat estimasi 87.795 bidang tanah wakaf, dengan 48.123 bidang atau 55,95 persen telah mendapatkan sertipikat dan capaian tahun 2025 sebanyak 1.477 bidang.
Melalui sinergi dengan organisasi keagamaan, Menteri Nusron berharap percepatan sertipikasi dapat terus ditingkatkan. “Niat kita ini baik. Supaya masjid-masjid ini, rumah Tuhan, tempat kita sujud dan ibadah, secara hukum ada kepastian,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Shamy Ardian, serta dipimpin secara moderasi oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat Yuniar Hikmat Ginanjar. Juga hadir lima Kepala Kantor Pertanahan dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang. (Abel/hms)














