banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat 15–21 Februari 2026

Screenshot

 

Bingkaiwarta, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026. Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, Sabtu (15/02/2026), BMKG menyebut penguatan Monsun Asia menjadi faktor dominan yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

banner 728x250

Berdasarkan analisis atmosfer terkini, penguatan angin baratan akibat Monsun Asia diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby. Kombinasi tersebut memicu terbentuknya konvergensi atau perlambatan dan belokan angin, khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Pada 15 hingga 16 Februari 2026, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Memasuki 17 hingga 18 Februari 2026, wilayah yang masih berpotensi terdampak meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara pada Rabu (19/02/2026), wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Adapun pada Kamis hingga Jumat (20/02/2026–21/02/2026), potensi hujan lebat masih berlanjut di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai tingkat risiko dan karakteristik wilayah masing-masing. Masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, dan kawasan berpotensi banjir.

BMKG juga meminta pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, serta media sosial resmi lembaga tersebut yang diperbarui secara berkala. (Abel/Humas)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan