banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Waspada “Gila” HP dan Judol, Bupati: MTQ dan Maghrib Mengaji Solusi Cerdas

 

Bingkaiwarta, NUSAHERANG – Tantangan moral dan sosial di era digital menjadi sorotan utama Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Nusaherang di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Selasa (19/5/2026). Ia menilai, penggunaan gawai yang tidak terkendali, maraknya judi online (judol), hingga tingginya angka perceraian adalah persoalan serius yang membutuhkan solusi nyata.

banner 728x250

Menurut Bupati Dian, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi derasnya arus informasi. Diperlukan benteng spiritual yang kuat agar generasi muda tidak terjebak dalam lubang kesesatan digital.

“Kita ingin anak-anak hari ini tidak hanya pintar scrolling media sosial, tetapi juga lancar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kita harus seimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, sosial, dan emosional,” tegas Bupati Dian.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati Dian mengapresiasi pelaksanaan MTQ yang dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Maghrib Mengaji. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk menangkal dampak negatif teknologi.

Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan MTQ tidak hanya terletak pada kemeriahan acara atau besarnya hadiah, melainkan pada dampak yang dirasakan masyarakat pasca-acara.

“Indikator suksesnya MTQ bukan hanya ramainya pembukaan atau besarnya hadiah, tetapi bagaimana masjid dan musholla semakin hidup melalui Gerakan Maghrib Mengaji. Ini adalah upaya kita memproteksi generasi muda dari hal-hal negatif,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga orang tua, untuk turut serta menghidupkan kembali budaya mengaji setelah waktu Maghrib di rumah, musholla, maupun masjid.

Selain fokus pada pendidikan anak usia dini, Bupati Dian juga menyoroti peran para pemuka agama melalui program Daurah Imam Masjid dan Musholla yang digagas panitia. Ia berharap para imam dan khatib mampu menghadirkan dakwah yang sejuk dan moderat, menjadi penyejuk hati masyarakat yang sedang “demam” digital.

“Para imam dan khatib diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang sejuk, moderat, dan menenangkan masyarakat agar kembali fokus pada hal-hal yang positif,” ungkapnya.

Tak hanya urusan moral, Bupati Dian juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari keseimbangan hidup. Ia mendukung gerakan penanaman pohon yang dilakukan panitia untuk menjaga kelestarian alam dan sumber mata air di Nusaherang.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, unsur Kementerian Agama, Camat Nusaherang, unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan