banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

GPM DIRAHMATI Serentak Se-Jabar, Pemkab Kuningan Hadir di Citapen Tekan Lonjakan Harga Pangan

Bingkaiwarta, HANTARA – Suasana penuh antusiasme dan semangat tampak terlihat di Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Jumat (22/5/2026) pagi. Puluhan warga memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) DIRAHMATI – Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Warga tampak berbondong-bondong menyerbu aneka kebutuhan pokok yang dijual jauh di bawah harga pasar, sebuah langkah nyata pemerintah daerah guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat menjelang hari raya.

Pelaksanaan hari kelima ini memiliki makna khusus, karena berbarengan dengan momen GPM yang dilaksanakan secara serentak di 24 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap terkendali hingga ke pelosok desa.

banner 728x250

Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas strategis dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran. Beras premium misalnya, dijual hanya Rp12.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000/kg, cabai rawit merah Rp60.000/kg, Minyakita Rp15.500/liter, telur ayam Rp24.500/kg, hingga daging sapi yang dijual Rp125.000/kg. Selisih harga ini dinilai sangat membantu warga menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tren kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menegaskan bahwa penyusunan program ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berbasis pada data riil pemantauan harga dan kebutuhan masyarakat. Strategi ini disusun agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan efektif meredam potensi inflasi daerah.

“Kami tidak ingin menunggu harga semakin tinggi baru bertindak. Ketika harga pasar mulai bergerak naik, pemerintah wajib hadir menjaga keseimbangan. GPM ini bukan sekadar kegiatan bagi-bagi murah, melainkan instrumen strategis stabilisasi ekonomi. Tujuannya agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan kembali komitmennya bahwa pengendalian inflasi pangan tidak boleh hanya berhenti pada kebijakan di atas kertas, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan sangat krusial dilakukan lebih dini sebelum gejolak harga semakin melonjak tinggi.

“Inflasi pangan tidak boleh dibiarkan menjadi beban berat bagi masyarakat. Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum gejolak harga itu terjadi. Karena itulah kami memilih melakukan intervensi langsung turun ke lapangan, agar masyarakat tetap bisa mengakses pangan pokok dengan harga yang wajar dan tidak terbebani,” tegas Bupati Dian.

Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan sesaat, tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat dalam menyambut Hari Besar Iduladha, dengan pasokan yang terjamin dan harga yang terkendali. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan