banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Lewat SKPG, Pemkab Kuningan Pastikan Penanganan Stunting Berbasis Data dan Kemanusiaan

 

Bingkaiwarta, CIGANDAMEKAR – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyalurkan bantuan pangan intervensi yang disusun berdasarkan hasil analisis data dari Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2026. Penyaluran bantuan ini berlangsung di Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, Senin (25/5/2026), sebagai langkah strategis dalam mempercepat penanganan masalah stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara menyeluruh.

banner 728x250

Kegiatan penyaluran bantuan dibuka secara langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian beserta jajaran, Kepala Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cigandamekar, kepala desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta tim teknis SKPG Kabupaten Kuningan.

Di hadapan ratusan warga penerima manfaat, Bupati Dian menegaskan bahwa persoalan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi tidak boleh dipandang hanya sebagai kebutuhan dasar semata, melainkan berkaitan erat dengan masa depan dan kualitas sumber daya manusia daerah.

“Persoalan pangan dan gizi bukan sekadar soal isi perut. Ini adalah persoalan martabat sebuah keluarga, dan yang paling penting, ini menentukan kualitas generasi penerus kita,” tegas Bupati Dian.

Menurutnya, ancaman stunting harus ditangani secara serius dan sejak dini, karena dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga akan menurunkan potensi kecerdasan dan kualitas daya saing sumber daya manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan menerapkan pendekatan berbasis data melalui sistem SKPG agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran, efektif, dan tidak meleset dari target.

“Kami bekerja berbasis data, bekerja dengan hati, dan bekerja penuh rasa kemanusiaan. Pemerintah ingin memastikan kehadirannya terasa sampai ke dapur rakyat, sampai ke meja makan keluarga sederhana, dan sampai ke pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Dian juga mengajak seluruh ibu dan orang tua untuk lebih memperhatikan pemenuhan gizi seimbang bagi seluruh anggota keluarga, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Ia menekankan peran sentral keluarga, khususnya para ibu, sebagai kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi buruk maupun stunting.

“Kalau ibu-ibu kuat, maka keluarga akan kuat. Jika keluarga kuat, maka desa akan kuat, dan Kuningan pun akan melangkah semakin maju,” ucapnya diiringi tepuk tangan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa dalam tahap ini, bantuan pangan disalurkan kepada 100 keluarga penerima manfaat yang berada di wilayah Kecamatan Cigandamekar, khususnya warga Desa Karangmuncang dan Desa Babakanjati.

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pangan bergizi yang terdiri dari beras 5 kilogram, telur, daging ayam, serta susu UHT. Komposisi bantuan ini sengaja dipilih untuk mendukung pemenuhan asupan gizi keluarga, dengan prioritas utama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“Anak-anak yang sehat dan bergizi adalah fondasi terkuat bagi masa depan daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menunjukkan kepedulian nyata dan memastikan kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sejalan dengan upaya serius menghilangkan angka stunting di Kuningan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, penanganan masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah secara sendiri, melainkan memerlukan dukungan aktif dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Program ini juga dimaksudkan untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparatur desa, kader Posyandu, dan masyarakat luas dalam menciptakan generasi Kuningan yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Di akhir sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, perangkat desa, hingga jajaran camat yang telah bekerja keras dan terlibat langsung di lapangan dalam upaya penanganan stunting.

“Bagi saya, kebahagiaan seorang pemimpin adalah ketika melihat masyarakatnya tersenyum, melihat anak-anaknya tumbuh sehat, dan melihat rakyatnya merasa diperhatikan dan dicintai,” pungkas Bupati Dian. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan