banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kurban Produktif: BAZNAS RI Kembangkan Ekosistem Peternakan, Kuningan Jadi Percontohan Nasional

 

Bingkaiwarta, JALAKSANA – Kabupaten Kuningan kembali menjadi kebanggaan Jawa Barat dengan terpilihnya daerah ini sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang digelar secara nasional oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, pada Rabu (27/5/2026), bertepatan dengan momentum Hari Tasyrik Iduladha 1447 Hijriah.

banner 728x250

Kehadiran program ini membawa misi yang jauh lebih luas dan mendalam dibandingkan sekadar pelaksanaan ibadah atau pembagian daging kurban semata. Program ini dirancang sebagai langkah nyata untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa, sekaligus memperkuat daya saing dan kesejahteraan para peternak lokal di wilayah Kabupaten Kuningan.

Suasana kegiatan tampak penuh semangat dan kekeluargaan, dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan pusat BAZNAS RI bersama perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Rombongan nasional tersebut disambut hangat oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, didampingi oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, perwakilan Kementerian Agama, serta para kelompok peternak dan masyarakat setempat.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terpilihnya Kuningan menjadi lokasi pelaksanaan program berskala nasional tersebut. Menurutnya, dari ratusan wilayah di Indonesia yang berjumlah lebih dari 500 kabupaten/kota, kepercayaan yang diberikan kepada Kuningan merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang besar untuk semakin mengokohkan sektor pertanian dan peternakan sebagai tumpuan utama ekonomi masyarakat.

“Dari lebih dari 500 kabupaten dan kota yang ada di seluruh Indonesia, Kabupaten Kuningan dipilih menjadi lokasi pelaksanaan program nasional ini. Tentu saja ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan besar bagi kami dan seluruh masyarakat Kuningan,” ungkap Bupati Dian.

Lebih jauh, Bupati Dian menegaskan bahwa keberadaan Balai Ternak dan pelaksanaan program kurban produktif ini memiliki makna strategis. Ia menilai, fasilitas dan kegiatan ini bukan hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen utama pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program Balai Ternak ini kami maknai sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang sangat efektif. Melalui sini, kami berupaya meningkatkan kapasitas ekonomi warga, membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengungkapkan kabar gembira yang menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap peternak lokal. Ia menyampaikan bahwa hewan kurban berupa sapi yang merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia untuk wilayah Kuningan pada tahun ini, dibeli langsung dari peternak asli daerah setempat, tepatnya dari Desa Cilaja.

Sapi unggulan jenis Limosin dengan bobot mencapai 1,1 ton tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa potensi peternakan Kuningan diakui kualitasnya.

“Biasanya, hewan kurban bantuan atau penyaluran dari pusat sering kali didatangkan dari luar daerah. Namun tahun ini, sapi bantuan Presiden dibeli dari peternak lokal Kuningan. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kami untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan peternak daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar. Menurutnya, tradisi kurban adalah salah satu momen yang paling efektif dalam menghidupkan dan memutar roda ekonomi peternakan rakyat dari hulu ke hilir.

“Kurban itu sesungguhnya bukan hanya sekadar ibadah ritual atau seremonial semata. Di balik ibadah itu, ada kekuatan besar yang menggerakkan ekonomi. Di mana peternak memiliki pasar yang jelas, masyarakat mendapatkan asupan gizi yang baik, dan secara keseluruhan ekonomi desa ikut bergerak dan tumbuh,” tegas Sodik.

Ia juga memaparkan perkembangan besar yang sedang dibangun BAZNAS RI dalam pengembangan ekosistem peternakan di Indonesia. Hingga saat ini, BAZNAS telah mengembangkan sekitar 130 titik program peternakan yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Khusus pada perayaan Iduladha tahun 1447 H ini, BAZNAS berhasil menghimpun sekitar 7.500 ekor hewan kurban setara kambing dan domba, yang disalurkan ke berbagai wilayah untuk kemudian dikelola secara produktif.

Selain itu, dukungan dari mitra korporasi juga turut memperkuat program ini. Salah satunya adalah peran Alfamart yang menyalurkan bantuan berupa 159 ekor domba dan kambing, serta lima ekor sapi kaleng yang turut disalurkan dalam rangkaian kegiatan ini.

“BAZNAS ingin selalu hadir membangun kemandirian masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan. Salah satu wujudnya adalah Program Kurban Berkah Berdayakan Desa ini, yang saat ini kami gelar dengan bangga di Balai Ternak Domba Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan,” ungkap Sodik Mudjahid.

Program ini diharapkan menjadi model percontohan yang sukses, di mana nilai ibadah, sosial, dan ekonomi berjalan beriringan, membawa keberkahan sekaligus kemajuan nyata bagi masyarakat pedesaan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan