Bingkaiwarta, CINIRU – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Desa Pakapasan Hilir, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Sebuah truk mengalami peristiwa terguling di pinggir jalan akibat dugaan kerusakan teknis pada kendaraan yang dikemudikannya. Berkat kecepatan reaksi pengemudi untuk menghindari tabrakan beruntun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB tersebut.
Kejadian pertama kali diketahui oleh warga masyarakat setempat bernama Yanto, warga Desa Pakapasan Girang. Saat melintas di lokasi, Yanto melihat sebuah truk terguling dan miring di sisi kanan jalan. Ia pun segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat agar segera ditindaklanjuti demi keamanan dan kelancaran jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pengemudi truk tersebut diketahui bernama Tatang Mulyadi (44 tahun), beralamat di Dusun Jamburea, RT 005/RW 002, Desa Tundagan, Kecamatan Hantara. Menurut keterangan pengemudi, saat melintas di jalan tersebut secara tiba-tiba kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan serius, yakni rem blong dan mesin mati secara mendadak.
Dalam situasi genting dan berbahaya itu, Tatang yang sedang mengemudi sigap mengambil keputusan. Saat itu terdapat kendaraan lain yang berada di belakangnya. Demi menghindari tabrakan dan risiko yang lebih fatal, ia langsung membanting setir ke arah kanan jalan. Akibat gerakan mendadak dan kecepatan kendaraan, truk tersebut pun akhirnya terguling dan miring di bahu jalan.
Mendapat laporan tersebut, Babinsa bersama aparat desa dan Bhabinkamtibmas langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Tak lama kemudian, Danramil 1503/Ciniru, Kapten Inf Sudrajat, turut hadir didampingi Praka Ahmad Saerozi untuk melakukan pemantauan langsung dan memastikan penanganan berjalan tertib dan aman.
Kapten Inf Sudrajat saat memberikan keterangannya di lokasi kejadian menyampaikan bahwa langkah cepat dan koordinasi semua pihak menjadi kunci penanganan insiden ini. Ia mengapresiasi kewaspadaan warga serta kerja sama antara aparat dan masyarakat.
“Berdasarkan keterangan pengemudi, kecelakaan ini murni faktor teknis kendaraan, rem blong dan mesin mati. Yang patut diapresiasi adalah keputusan pengemudi yang langsung membanting setir ke kanan, ini langkah penyelamatan agar tidak menabrak kendaraan yang ada di belakangnya. Alhamdulillah, meski truk terguling, nyawa pengemudi selamat dan tidak ada korban jiwa maupun tertimpa kendaraan lain,” ungkap Danramil Kapten Inf Sudrajat kepada bingkaiwarta.co.id
Ia menjelaskan, langkah selanjutnya yang dilakukan aparat bersama warga adalah melakukan koordinasi evakuasi. Mengingat posisi truk yang mengganggu alur perjalanan, tim menunggu kedatangan kendaraan derek milik Maman untuk menarik truk yang terguling tersebut agar kembali tegak atau dipindahkan ke tempat aman, sehingga jalan raya bisa kembali dilalui pengguna jalan dengan lancar.
“Kami di sini memantau, mengamankan lokasi agar tidak ada kerumunan berlebih yang justru membahayakan, dan memandu arus lalu lintas. Kami pastikan penarikan kendaraan dilakukan dengan aman dan tidak merusak fasilitas jalan,” tambahnya.
Dampak dari kejadian ini, pihaknya memastikan nihil korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material akibat kerusakan pada kendaraan dan muatan diperkirakan mencapai sekitar Rp1.600.000,-.
Danramil juga mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan berat maupun kendaraan umum lainnya agar senantiasa memeriksa kondisi mesin dan kelayakan kendaraan sebelum berangkat. Keamanan dan kelaikan kendaraan adalah faktor utama pencegah kecelakaan di jalan raya.
“Kami mengingatkan kembali kepada rekan-rekan pengemudi, terutama kendaraan besar, untuk selalu mengecek rem, oli, dan kondisi mesin. Jangan ambil risiko. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami dari Koramil Ciniru selalu siap membantu dan berkoordinasi demi keamanan dan ketertiban di wilayah Hantara dan sekitarnya,” pungkas Kapten Inf Sudrajat.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi berjalan lancar dan arus lalu lintas di lokasi sudah kembali normal. (Abel)













