Bingkaiwarta, KUNINGAN – Langkah nyata demi memajukan dunia pencak silat daerah terus dilakukan oleh Perguruan Baroedak Silat Sekolah (PBSS) Pencak Silat Klub Bersatu atau yang akrab disebut PBSS Kuningan. Meski resmi berdiri sejak 3 Mei 2019, organisasi yang menaungi 23 Satuan Latihan (Satlat) di wilayah kaki Gunung Ciremai ini meyakini kemajuan perguruan tidak hanya ditentukan jumlah anggota atau deretan prestasi, melainkan berakar dari kualitas sumber daya manusia pengurus dan pelatihnya.
Menyadari hal tersebut, Guru Besar PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, tak berhenti menambah wawasan meski usianya telah menginjak 47 tahun. Setelah mengikuti pelatihan pelatih daerah kelas III atau tingkat muda pada Maret 2014, ia kini kembali menempuh pelatihan serupa dengan jenjang lebih tinggi, yakni Pelatih Kelas II atau Madya.
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengda IPSI) Jawa Barat berlangsung selama empat hari, 22–25 Juli 2026, di Hotel California Bandung. Dari total 50 peserta, hanya satu pelatih tingkat muda yang dinyatakan belum berkompeten.
Para peserta digembleng langsung oleh narasumber berkompeten di kancah olahraga nasional, antara lain Prof. Dr. Mulyana, M.Pd., Dr. Asep Sumpena, S.Pd., M.Pd., Drs. Ferry Hendarsin, M.Pd., serta psikolog olahraga Diana Hasansulama, S.Psi., M.T.
Materi yang disampaikan pun disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan modern, mulai dari teori sistem energi, prinsip latihan, pengembangan kekuatan, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, pelatihan mental, hingga penyusunan program latihan berbasis data atau sport science. Hal ini penting agar pelatihan tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman semata, melainkan terarah dan terukur.
Selama pelatihan, para peserta menghadapi dua kali ujian yang menantang wawasan. Namun berkat bimbingan mentor yang luar biasa, Iyan mengaku semakin tercerahkan dan memiliki semangat baru untuk menerapkan ilmu tersebut di lingkungan perguruan.
“Alhamdulillah, ilmu yang saya dapatkan sangat membuka wawasan tentang cara mengembangkan potensi atlet, terutama anggota di setiap Satlat, agar ke depannya bisa lebih berkembang dan melahirkan atlet berprestasi,” ujar Iyan Irwandi, Sabtu (1/8/2026).
Selain materi dari narasumber, ia juga menimba banyak hal dari diskusi dengan rekan pelatih lain, termasuk pelatih Tim Garuda, pelatih dari Jawa Timur, serta kabupaten/kota se-Jawa Barat, baik terkait teknik tanding maupun seni pencak silat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua IPSI Kabupaten Kuningan beserta jajarannya yang telah memberikan rekomendasi, sehingga dirinya bisa mengikuti penataran dan sertifikasi ini. “Semoga ilmu yang didapatkan bisa membawa PBSS Kuningan dan pencak silat Kuningan melangkah lebih maju,” pungkasnya. (Abel)













