banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Petani Tembakau Bantarujeg Dapat Teknologi Pengering Tenaga Surya dari DBHCHT

 

Bingkaiwarta MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus mendorong modernisasi sektor pertanian tembakau, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengolahan hasil tembakau.

banner 728x250

Langkah tersebut diwujudkan melalui uji fungsi (running test) fasilitas Solar Dryer Dome yang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Mekar Abadi di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg.
Uji fungsi fasilitas tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka bersama Bidang Hortikultura dan Perkebunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan memastikan seluruh perangkat dan sistem pada fasilitas pengering tembakau tersebut dapat berfungsi secara optimal sebelum diserahterimakan dan dimanfaatkan oleh para petani.

Penyediaan Solar Dryer Dome yang bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Majalengka dalam mendukung pengembangan komoditas tembakau, sekaligus mendorong peningkatan mutu hasil tembakau di wilayah Kabupaten Majalengka.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, AP., M.Si. di dampingi Kabid Hortikultura dan Perkebunan Rahmat Subagja, S.Sos. mengatakan bahwa penggunaan teknologi Solar Dryer Dome menjadi sebuah lompatan dalam proses penanganan pascapanen tembakau. Selama ini, proses pengeringan daun tembakau sangat bergantung terhadap kondisi cuaca sehingga dapat memengaruhi waktu maupun kualitas hasil produksi.

“Solar Dryer Dome bukan sekadar rumah pengering biasa. Teknologi ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama, sehingga tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ungkapnya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Gatot, fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan sistem otomatisasi yang memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih terkontrol.

“Solar Dryer ini dilengkapi dengan sistem kontrol kelembaban dan suhu otomatis. Dengan demikian, petani tidak perlu lagi bergantung pada cuaca atau melakukan pemeriksaan manual secara terus-menerus,” jelasnya.

Ia menambahkan, uji fungsi dilakukan untuk memastikan seluruh kelengkapan fasilitas dapat bekerja sebagaimana mestinya.

“Kami pastikan seluruh kelengkapan alat ini berfungsi optimal sebelum diserahterimakan. Harapannya, teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil dan efisiensi penanganan pascapanen,” katanya.

Petani Sambut Positif Teknologi Pengering.

Sementara itu, petani tembakau dari Kelompok Tani Mekar Abadi, Asep menyambut positif hadirnya fasilitas Solar Dryer Dome tersebut.

Menurutnya, teknologi pengering menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi kendala cuaca dalam proses pengeringan daun tembakau.

“Selama ini pengeringan sangat bergantung pada matahari. Kalau cuaca mendung atau hujan, prosesnya bisa terganggu dan kami harus lebih sering melakukan pengecekan,” ujarnya.

Dengan adanya Solar Dryer Dome, petani berharap proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat, terkontrol, dan menghasilkan mutu daun tembakau yang lebih baik walaupun musim hujan.

“Kami tentu sangat terbantu. Apalagi sistemnya sudah otomatis, ada pengaturan suhu dan kelembaban. Mudah-mudahan hasil tembakau kami semakin bagus dan nilai jualnya juga meningkat,” katanya.

Ia juga berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau di wilayah Bantarujeg.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Rahmat Subagja menambahkan Luas lahan pertanian tembakau di Kecamatan Bantarujeg mencapai sekitar 582,43 ha; Lemahsugih 511 ha; Kertajati 63 ha; Malausma 8 ha, dan Panyingkiran 6 ha dengan hasil produksi mencapai 1.022,49 ton rajangan kering.

Fasilitas Solar Dryer Dome DKP3 Majalengka memiliki sejumlah keunggulan yang dirancang untuk mendukung proses pengeringan tembakau secara modern.

Pertama, ramah lingkungan dan hemat biaya. Fasilitas memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga utama sehingga dapat menekan ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

Kedua, otomatisasi suhu dan kelembaban. Sistem pengendalian otomatis membantu menjaga kondisi ruang pengering agar tetap sesuai kebutuhan proses pengeringan tanpa harus dilakukan pengecekan manual secara berkala.

“Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Pemkab Majalengka berharap produktivitas dan kualitas komoditas tembakau dapat terus meningkat. Selain itu, keberadaan Solar Dryer Dome diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian berbasis teknologi serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani, serta mengefisiensi biaya produksi” ujar Rahmat.

Pengembangan teknologi pascapanen ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan sektor pertanian yang semakin modern, efisien, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Majalengka Langkung Sae, petani maju, pertanian semakin berdaya saing. (A)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan