banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kasus Penganiayaan Pelajar: Bupati Minta Dikawal, Jangan Berhenti di Mediasi Saja

Bingkaiwarta, JALAKSANA — Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, memberikan perhatian serius terhadap kasus penganiayaan yang menimpa Muhammad Nur Ramadhani (15), siswa kelas IX SMPN 2 Jalaksana. Korban yang akibat peristiwa itu mengalami luka serius di kepala hingga harus dioperasi dan dijahit sekitar 30 kali, dijenguk langsung oleh Bupati di kediamannya di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, pada Minggu (13/9/2026) malam.

Turut mendampingi Bupati Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Elon Carlan. Di lokasi, Bupati berdialog langsung dengan keluarga korban serta memastikan kondisi kesehatan anak yang akrab disapa Rama itu. Penganiayaan itu sendiri terjadi di Objek Wisata Balong Dalem, Desa Babakan Mulya, dan disaksikan oleh sejumlah teman korban.

banner 728x250

Bupati menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Ia menegaskan, peristiwa yang mengakibatkan korban harus menjalani operasi tidak bisa sekadar disebut kenakalan remaja.

“Operasi dan 30 jahitan itu bukan lagi kenakalan remaja. Ini sudah jelas masuk ranah kriminal,” tegas Bupati Dian.

Kasus ini, menurutnya, harus menjadi perhatian semua pihak. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, kekerasan antarpelajar berpotensi menjadi masalah yang makin besar.

“Ini seperti fenomena gunung es. Kalau tidak ditangani secara serius, hal serupa akan terus terjadi,” ujarnya.

Karena itu, Bupati meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ikut mengawal proses penanganan agar tidak berhenti hanya pada mediasi atau penyelesaian kekeluargaan.

“Tolong Pak Kadisdik, bantu dikawal. Jangan sampai penyelesaiannya berhenti di mediasi dan kesepakatan kekeluargaan saja,” pesannya.

Penyelesaian yang tidak memberi efek jera dikhawatirkan justru memberi ruang bagi pelaku untuk mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

“Kalau tidak dibuat efek jera, pelaku bisa saja melakukan hal yang sama lagi. Apalagi dampaknya sudah sedemikian serius,” tambahnya.

Bupati menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan di kalangan pelajar. Ia berharap peristiwa yang menimpa Rama menjadi pelajaran sekaligus menjadi kasus terakhir.

“Semoga ini kejadian yang paling akhir. Tindakan seperti ini berbahaya dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban serta peran satuan pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kekerasan terhadap pelajar tidak boleh dipandang sebagai urusan sepele yang cukup diselesaikan secara internal di lingkungan sekolah. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan