Bingkaiwarta, CIREBON – Kereta Paksi Gunung Jati menjadi salah satu simbol budaya yang erat kaitannya dengan sejarah Cirebon dan Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
Pemilik Paksi Gunung Jati, Mamo Aruman, mengatakan kereta tersebut memiliki makna perpaduan tiga budaya dari tiga negara, yakni China, India dan Mesir.
Menurutnya, unsur-unsur tersebut tergambar dari bentuk hewan yang menjadi bagian dari Kereta Paksi Gunung Jati.
“Kereta Paksi Gunung Jati ini tunggangannya Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Itu tiga budaya, tiga negara antara China, India dan Mesir,” kata Aruman, kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, burung dalam bentuk kereta tersebut melambangkan Mesir. Sementara ular naga merupakan simbol dari China dan gajah melambangkan India.
“Kalau burung dinamakan Mesir, kalau ular naga dinamakan negeri China, dan kalau gajah India,” ujarnya.
Mamo menilai Cirebon tidak dapat dipisahkan dari pengaruh tiga unsur budaya tersebut.
Perpaduan budaya China, Mesir dan India menjadi salah satu kekuatan yang membentuk identitas dan kekayaan budaya Cirebon.
“Cirebon tidak lepas daripada tiga unsur budaya kekuatan China, Mesir dan India,” katanya.
Ia berharap keberadaan Kereta Paksi Gunung Jati dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai sejarah dan budaya Cirebon kepada masyarakat dari berbagai kalangan.
“Ya menurut saya, insyaallah buat semua kalangan bisa,” pungkasnya. (ARL)













